Permintaan Lahan Industri Meningkat di Koridor Timur

Permintaan Lahan Industri Meningkat di Koridor Timur
Kawasan Industri Jababeka (Jababeka)

Jakarta, Properti Indonesia – Meski kondisi pasar tidak menentu akibat pandemi, dua kawasan industri di sepanjang koridor timur menambah pasokan lahan industri baru, hal ini dikarenakan ketersediaan lahan industri di lokasi favorit semakin terbatas. 

Cushman & Wakefield dalam laporan MarketBeat, Senin (8/11) mengatakan sebuah kawasan industri di Bekasi menambahkan sekitar 125 hektar untuk pasokan tanah mereka dan kawasan industri lain di Karawang bertambah sekitar 73,5 hektar. Sehingga total persediaan lahan industri di wilayah Jabodetabek menjadi 15.773 hektar.

“Hal ini menunjukkan optimisme pengembang terhadap potensi sektor industri Jabodetabek. Pengembang terpantau masih mencari peluang sambil memantau pasar dan kebijakan pemerintah terkait, termasuk dampak pandemi Covid-19 di pasar,” jelas Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam keterangannya, Senin (8/11).

Adanya penambahan inventaris gudang sewa seluas 101.285 m2 di wilayah Jabodetabek, menyebabkan total pasokan gudang sewa menjadi 1,97 juta m2. Hingga akhir tahun 2021, sekitar 28.000 meter persegi ruang gudang sedang dalam proses untuk memasuki pasar.

Lanjut Arief, permintaan lahan industri di wilayah Jabodetabek telah menunjukkan pemulihan progresif selama kuartal III 2021, yang tercermin dari peningkatan 127,8% YoY dengan total penyerapan bersih 59,40 hektar. Ini juga mencerminkan perubahan permintaan sebesar 14,1%.

“Selama kuartal ketiga tahun 2021, sebuah kawasan industri di Karawang memenuhi 64% dan permintaan yang tercatat pada kuartal tersebut dari sektor otomotif. Bekasi dan Karawang tetap menjadi daerah yang paling diminati oleh industri teknologi tinggi seperti data center dan otomotif termasuk industri kendaraan listrik yang diperkirakan akan terus berkembang. Sedangkan permintaan lahan industri di sepanjang koridor barat, di Tangerang dan sekitarnya, lebih banyak untuk industri makanan dan kimia,” jelas Arief.

Tags
#Industri #Berita Properti #properti #kawasan industri