Permintaan Highrise Residential di Jakarta Kuartal IV 2021 Masih Loyo

Permintaan Highrise Residential di Jakarta Kuartal IV 2021 Masih Loyo
Ilustrasi kondominium (Sumber: dekoruma)

Jakarta, Properti Indonesia – Permintaan highrise residential atau kondominium di Jakarta masih lemah di kuartal keempat tahun 2021. Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL Indonesia) mencatat unit yang terjual pada kuartal ini hanya berjumlah di bawah 300 unit, atau naik sedikit dari kuartal sebelumnya. Permintaan pada kelas menengah bawah masih berlanjut karena permintaan konsumen lebih besar dan harga yang terjangkau, dibandingkan dengan pasar kelas atas yang aktivitas penjualannya melambat. 

 Pengembang terus menargetkan konsumen baru yang potensial dengan strategi yang berbeda, yaitu menggabungkan pemasaran secara online dan offline, dan melakukan berbagai promosi seperti syarat pembayaran yang menarik atau gimmick lainnya untuk mendongkrak penjualan di akhir tahun 2021 lalu.

Sementara itu, JLL mencatat tidak ada proyek baru yang diluncurkan pada kuartal IV 2021. Menanggapi terbatasnya permintaan, pengembang umumnya lebih berhati-hati dan menunggu situasi yang tepat untuk melakukan pembelian.

 “Daripada meluncurkan proyek baru ke pasar di mana permintaan masih rendah, pengembang lebih fokus pada penjualan unit yang tidak terjual,” ujar Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim dalam laporan Jakarta Property Market Review 4Q 2021, dikutip Senin (14/2).

Sektor ini terus mengalami kontraksi dengan angka di sekitar 60 persen selama beberapa tahun terakhir. Padahal sebelumnya mengalami tingkat penjualan di angka 75 persen pada tahun 2014 lalu.

“Tingkat permintaan terbatas dan didominasi oleh end user sehingga kalau dibandingkan dengan tahun 2020, tingkat penjualan kondominium stagnan di angka 62 persen,” jelas Yunus.

Tags
#apartemen #kondominium #Berita Properti #properti #JLL