Penyaluran FLPP Awal Maret 2022 Mencapai Rp 2,24 Triliun

Penyaluran FLPP Awal Maret 2022 Mencapai Rp 2,24 Triliun
Kawasan perumahan (Sumber: Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia – Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sampai dengan awal Maret 2022 telah mencapai 20.327 unit atau senilai Rp2,24 triliun. Berdasarkan database BP Tapera, dana tersebut telah disalurkan melalui 18 bank, 3.306 pengembang dan 4.361 perumahan di Indonesia. Selain itu, terdapat data tunggu yang masih belum dibayarkan sebanyak 5.129 unit senilai Rp572,43 miliar. 

Sebanyak 18 bank penyalur 2022 yang telah menyalurkan dana FLPP dalam periode yang sasma adalah BTN, BTN Syariah, BNI, BJB, Bank Sumsel, Bank Jambi, Bank Nagari, Bank Riau Kepri Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Kalbar, Bank Nagari Syariah, Bank Sulsel, Bank Aceh, Bank Kaltim, Bank Sulteng, Bank Kalbar Syariah, Bank DKI dan Bank Jambi Syariah.

Penyaluran FLPP pada Februari 2022 lalu mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Pada Februari 2021 penyaluran FLPP sebanyak 650 unit senilai Rp69,79 miliar. Sedangkan pada Februari 2022 penyaluran sebanyak 13.345 unit senilai Rp1,47 triliun.

“Penyaluran dana FLPP bulan Februari tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya terjadi peningkatan hingga 20,5 kali lipat. Ini memperlihatkan optimisme yang tinggi dari pelaku pembangunan perumahan,” ujar Komisioner BP Tapera, Adi Setianto. Dirinya berharap optimisme ini dapat terus berlanjut hingga target penyaluran dana FLPP tahun 2022 tercapai.

Selain itu, pemerintah juga telah melalukan beberapa upaya untuk pengembangan pasar perumahan di Indonesia. Seperti perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) selama 9 bulan sepanjang tahun 2022. Kemudian penerbitan keputusan tentang Percepatan Pelaksanaan Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung pada 25 Februari lalu.

“Kebijakan yang dikeluarkan ini menjadi jalan keluar untuk menghilangkan hambatan perizinan bagi pelaku pembangunan. Tentunya hal ini berdampak positif terhadap rumah subsidi di Indonesia. Diharapkan pembangunan perumahan subsidi yang tadinya sempat terkendala bisa jalan kembali dengan tetap memperhatikan kualitas bangunan dan ketepatan sasaran,” tambah Adi.  

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #BP Tapera #perumahan