Penjualan Apartemen di Kuartal III 2021 Masih Melempem

Penjualan Apartemen di Kuartal III 2021 Masih Melempem
Ilustrasi apartemen (Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Colliers Indonesia mencatat kinerja penjualan apartemen di Jakarta menurun selama kuartal III-2021. Hal ini terlihat dari tidak adanya proyek baru yang diperkenalkan pada kuartal ini. 

 Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, mengatakan bahwa supply apartemen terpantau naik dari penyelesaian proyek-proyek sebelumnya. Namun, belum ada produk baru yang diperkenalkan pengembang.

“Selama 2021 walaupun supply naik, tapi secara produk baru yang diperkenalkan memang belum ada. Ada sekitar 2.107 unit dari empat proyek yang diserahterimakan,” ujar Ferry dalam diskusi virtual, Rabu (6/10).

Dirinya mengatakan dari total unit apartemen di Jakarta sebanyak 217.085 unit, masih ada 940 unit lagi yang akan selesai pada kuartal IV-2021.

“Penyerapan apartemen sampai akhir September 2021 terbilang jauh dari harapan. Sampai kuartal ke tiga 2021, angkanya belum ada dari setengahnya dari tahun 2020,” tuturnya.

Menurut Ferry, pada awal tahun 2020 sebelum pandemi terjadi penjualan apartemen masih normal. Sampai semester pertama 2021, penjualan apartemen belum terlalu bermasalah.

Masalah mulai muncul di semester II-2021. Di mana kasus Covid-19 mulai tinggi sehingga adanya aturan pemerintah untuk melakukan pembatasan perjalanan atau PSBB. Hal tersebut mempengaruhi penjualan pada 2020 bahkan tidak mencapai separuhnya dari tahun 2019.

Pembatasan perjalanan dan meningkatnya kasus Covid-19 juga membuat kunjungan ke galeri atau show unit apartemen berkurang. Menurut Ferry, hal itu mempengaruhi penjualan secara signifikan karena pembeli harus melihat wujud fisik.

“Jumlahnya hanya di bawah 1.000 unit saja selama tiga kuartal terakhir tahun 2021,” imbuh Ferry.

Lanjut Ferry, penjualan rumah agak lebih baik dibanding dengan penjualan apartemen. Salah satu faktornya adalah pembangunan yang masih dalam konstruksi, sedangkan pembeli tidak melihat unitnya secara real. Sementara rumah-rumah kebanyakan dibeli yang sudah ready stock, sehingga pembeli memanfaatkan relaksasi PPN.

Apartemen memiliki jumlah ready stock yang tidak terlalu banyak, dan banyak unit apartemen yang tidak bisa memanfaatkan insentif PPN.

Kemudian okupansi penyewa apartemen di Jakarta hanya sekitar 25% atau di bawah rata-rata pada tahun lalu sekitar 60%. Serta Colliers memprediksikan untuk harga apartemen masih stagnan hingga akhir tahun 2021.

Tags
#hunian #apartemen #Berita Properti #properti #colliers indonesia