Jakarta, Properti Indonesia – Pada kuartal IV 2022, PPKM hampir seluruhnya dihentikan. Tempat umum seperti mall tidak diwajibkan memberlakukan pemeriksaan ketat pada akses masuk. Keramaian di mall sudah kembali menyamai seperti masa sebelum pandemi. Meski begitu, belum ada suplai baru yang memasuki pasar ritel Jakarta.
Konsultan real estat Leads Property dalam Jakarta Property Market Insight Q4 2022 menyebutkan, pasokan baru akan hadir pada kuartal IV 2023 mendatang sebesar 30.000 m2, sementara pasokan kumulatif Jakarta tahun 2022 masih bertahan pada angka 3,48 juta m2. Tercatat ada sebanyak 10.674 m2 pasokan baru selama kuartal IV ini, dan permintaan kumulatif yang tercatat sebebsar 3,12 juta m2.
Tingkat hunian di kuartal keempat ini juga tercatat sebesar 89,87 persen atau naik 0,31 persen dari kuartal sebelumnya. Pemulihan sektor ritel terlihat berjalan secara perlahan tapi pasti. Mall juga semakin fleksibel dalam menyediakan lebih banyak jumlah ruang ritel yang berukuran lebih kecil bagi pemain ritel baru.
Merek-merek baru kategori Food and Beverage (F&B) banyak bermunculan, dan rata-rata berasal dari luar negeri. Selain F&B, beberapa merek dari kategori fesyen juga mulai bermunculan. Serta terdapat beberapa nama baru dari kategori supermarket dengan konsep baru dan unik yang berekspansi di pasar ritel Jakarta.
Setelah mengalami perbaikan kepadatan pengunjung mall, pihak pengembang berpeluang merencanakan penyesuaian tarif sewa di tahun 2023 ini. Sepanjang kuartal IV 2022, rata-rata tarif sewa di Jakarta CBD dan non-CBD masih stabil sejak kuartal sebelumnya, masing-masing Rp578 ribu dan Rp375 ribu per meter persegi per bulan.
Melihat tren yang terjadi saat ini, meskipun banyak pemain ritel baru yang memasuki pasar Jakarta, pemain ritel ini mengembangkan bisnisnya dengan ukuran ruang sewa yang lebih kecil dari sebelumnya. Sehingga meskipun banyak nama brand baru yang bergabung di tenant sebuah mall, namun tidak dapat mencetak angka kenaikan okupansi yang signifikan.
Mall Lippo East Side Holland Village, yang sebelumnya direncanakan sebesar 50.000 m2, kini direncanakan dengan NLA hanya sebesar 30.000 m2. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ekspansi ruang sewa pemain ritel yang semakin kecil.