Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan laba bersih sebesar Rp236,69 miliar hingga kuartal I 2021, atau meningkat 254% dari periode yang sama tahun lalu. Meskipun pendapatan bersih perseroan menurun sebanyak 32,37% atau Rp1,11 triliun.
Berdasarkan keterangan Perusahaan dari Bursa Efek Indonesia beberapa waktu lalu, penurunan pendapatan dikarenakan menurunnya dari pendapatan sewa ruangan, apartemen servis, jasa pemeliharaan, pendapatan hotel, penjualan tanah, bangunan, dan pendapatan lainnya akibat pandemi Covid-19.
Pada segmen pusat perbelanjaan, dan apartemen servis mengalami penurunan sekitar 32% dan pendapatan dari segmen perhotelan menurun hingga 36%. Serta segmen yang mengalami pertumbuhan hanya dari penjualan kondominium dan kantor.
Perusahaan juga mencatat beban pokok pendapatan hingga kuartal I 2021 mencapai Rp596,74 miliar, atau menurun 11,39% dibandingkan kuartal I 2020 sebesar Rp673,45 miliar. Kemudian beban keuangan per Maret 2021 sebanyak Rp61,58 miliar sementara tahun sebelumnya Rp69,35 miliar.
Total aset yang dimiliki PWON hingga 31 maret 2021 mencapai Rp26,66 triliun atau naik 0,76% dari 31 Desember 2020 sebesar Rp26,45 triliun. Perusahaan sebelumnya juga telah menerbitkan obligasi sebesar US$ 300 juta dengan tingkat bunga 4,7% per tahun yang akan jatuh tempo pada 29 April 2028 dan tercatat di Bursa Efek Singapura.
Kemudian menerbitkan surat utang tambahan pada 17 Mei 2021 sebesar US$ 100 juta yang merupakan bagian dari surat utang senior sebesar US$ 300 juta, sehingga total global yang diterbitkan mencapai US$ 400 atau sekitar RP5,64 triliun.