Jakarta, Properti Indonesia – Dibukanya kembali perjalanan internasional membawa dampak positif bagi pariwisata di Bali. Meskipun peningkatan jumlah penerbangan belum berdampak signigfikan, namun setidaknya membuat industri pariwisata mulai bergerak maju.
Konsultan properti Colliers International Indonesia dalam laporan kuartal II 2022 menyebutkan, kinerja hotel di kuartal kedua tahun ini mulai pulih, didukung dengan beberapa acara internasional dan nasional.
“Kami berharap melihat adanya peningkatan bertahap dalam kinerja hotel di semester kedua tahun ini. Meski begitu, para pelaku usaha bisnis perhotelan masih perlu melakukan upaya besar sebelum pemulihan, karena pandemi membuat bisnis ini dan pariwisata terpukul. Para pelaku bisnis perhotelan perlu secara bijak menerapkan strategi yang tepat berkaitan dengan biaya operasional,” ujar Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia dalam laporan, dikutip Selasa (26/7).
Lanjut Ferry, pelonggaran peraturan penerbangan telah mendesak orang untuk bepergian, dan Bali adalah salah satu tujuan utama. Hal ini turut menaikkan oakupansi hotel di Bali meskipun hanya sesaat, khususnya di bulan Mei. Okupansi naik dan nyaris mendekati sebelum pandemi.
Pada pertengahan tahun 2022, terdapat dua pembukaan hotel baru di Bali yang menyumbang 315 kamar. Kedua hotel tersebut yaitu Aloft Hotel Kuta Beach, hotel bintang 4 yang berada di Jalan Pantai Kuta terdiri dari 175 kamar. Kemudian Hotel Jumeirah di Pecatu Indah Resort, Jimbaran yang terdiri dari 123 kamar.
Jumlah total kamar hotel di Bali saat ini sebanyak 60.834 kamar dari 545 hotel. Berdasarkan temuan dan pengamatan Colliers, beberapa hotel belum beroperasi kembali, termasuk hotel yang telah beroperasi kembali atau yang tidak sepenuhnya mengoperasikan kamar dan outlet yang ada. Namun, ini merupakan bagian dari strategi manajemen mereka dalam menekan biaya operasional. Banyak hotel yang telah menawarkan diskon atau harga promo untuk menarik wisatawan, dan ada juga hotel bintang 5 yang menurunkan tarifnya secara signifikan.
Adapun terdapat dua hotel yang akan selesai pada tahun 2023, yakni Kimpton Resort Nusa Dua dan The Luxury Collection Jimbaran. Industri pariwisata di Bali secara signifikan akan didukung dengan beberapa kegiatan tingkat internasional. Seperti Presidensi G-20 dan Bali Marathon dengan lebih dari 3.000 pelari. Semua acara internasional dan nasional akan menjadi katalis yang baik untuk industri perhotelan di Bali menuju prospek ekonomi lebih cerah.