Jakarta, Properti Indonesia – Organisasi Islam Muhammadiyah mulai melakukan internasionalisasi dakwah, salah satunya di Spanyol, dengan membeli sebuah bangunan gereja tua di Alcala, Madrid, Spanyol beberapa waktu lalu. Pembelian bangunan gereja itu dilakukan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur.
Rencana membeli gereja di Spanyol ini sendiri sudah ada sejak Sidang Pleno I Muktamar yang digelar di Surakarta pada November 2022 lalu. Bangunan gereja tersebut akan diubah menjadi masjid, sebagai fasilitas yang dapat digunakan untuk umat Islam setempat. Lokasi bangunan ibadah tersebut tidak jauh dari pusat ibu kota Spanyol, atau sekitar 15 menit menggunakan kendaraan roda empat dari Madrid.
Bangunan gereja dulunya merupakan masjid dari peninggalan Kekhalifahan Abbasiyah, yang berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Dilansir dari Asiaone, pemimpin Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim mengatakan bahwa gereja tersebut dijual karena jemaahnya telah berkurang menjadi 15 orang, dan kemudian dijual dengan harga sekitar USD4,2 juta.
“Kami sedang dalam proses negosiasi dengan pengelola tempat ibadah. Mereka menawarkan harga sekitar 3 juta euro atau sekitar Rp45 miliar,” ungkap Saad.
Sebagai informasi, beberapa wilayah Spanyol dan Portugal merupakan bagian dari Kekhalifahan Abbasiyah, yaitu kekhalifahan ketiga yang menggantikan nabi Muhammad SAW. Dulunya, Spanyol memiliki sekitar 800 masjid, namu sekarang tidak lebih dari 10 masjid.
Pembelian bangunan yang dilakukan oleh Muhammadiyah bukan pertama kalinya. Pada Desember 2022 lalu, Muhammadiyah telah meresmikan sekolah dasar yang berlokasi di negara bagian Victoria, Australia, dan diberi nama Muhammadiyah Australian College. Bangunan ini sebelumnya merupakan sekolah Katolik.
Baca Artikel Menarik Lainnya di Google News