Meski Menjanjikan, Penjualan Sektor Apartemen Masih belum Menonjol

Meski Menjanjikan, Penjualan Sektor Apartemen Masih belum Menonjol
Apartemen (Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia - Konsultan properti Colliers Indonesia menyebutkan bahwa pada kuartal III 2022 tidak ada penjualan yang menonjol pada sektor apartemen di Jakarta, walaupun di awal tahun terdapat indikator makro yang menjanjikan.  

 Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan ada hampir semua proyek apartemen mengalami kesulitan dalam menjual produknya bahkan ada juga yang tidak mencatatkan transaksi. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya katalis yang mampu mendorong penjualan. 

"Diskon PPN selesai dan tidak ada lagi terobosan setelah itu. Selain itu, orang cenderung jaga cash, pasar sekunder banyak dipajang apartemen yang dijual karena butuh uang," ujar Ferry dalam press conference, Rabu (5/10). 

Namun terdapat satu tower dari proyek menengah atas di Jakarta selatan pada kuartal ini, yakni Southgate Residence Prime Tower. Colliers melihat developer kurang confident dengan kondisi makro saat ini, yang tercermin dari absennya launching proyek baru di kuartal ketiga tahun ini. 

Adanya kenaikan bahan bangunan dan inflasi yang dipengaruhi oleh kondisi global membuat developer harus cermat dalam menentukan waktu launching dan strategi harga yang tepat. Secara keseluruhan, total pasokan apartemen per kuartal III 2022 sebanyak 219.859 unit, naik 0,1 persen secara kuartal dan 1,3 persen secara tahunan. 

Pada apartemen strata, jumlah penjualan apartemen ini sepanjang tahun 2022 sebesar 782 unit, 61 persen dari total penjualan 2021. "Kami perkirakan tingkat penjualan tahun ini tidak akan melampaui penjualan 2021 akibat kondisi pasar di bawah harapan dan terbatasnya stimulus dari pemerintah," imbuh Ferry. 

Lanjutnya, developer harus lebih atraktif dalam hal promo serta cermat dalam mendiferensiasi produk mereka, sehingga bisa mendongkrak proyek penjualan. Ada sedikit proyek yang menaikkan harga jual, terutama proyek yang hampir jadi. Dengan rata-rata harga jual apartemen Jakarta sekitar Rp35,2 juta, meningkat 0,13 persen QoQ. 

Sementara itu, terdapat satu proyek apartemen servis baru di CBD- Citadines Sudirman sebanyak 253 unit. Tingkat hunian turun sedikit akibat tambahan unit service apartemen baru menjadi 59,9 persen. 

"Sering kami lihat kondisi pasar service apartemen mulai recovery dibanding masa sebelum Covid. Tercermin dari banyaknya ekspatriat mencari hunian di Jakarta," jelas Ferry. 

Pada bulan Desember biasanya aktivitas leasing melambat, yang harus diwaspadai adalah lonjakan pasok serviced apartemen yang cukup signifikan pada tahun 2023. Pembeli apartemen didominasi oleh investor buyer dibanding end user, sekitar 60% : 40% sehingga kenaikan bunga pinjaman tidak terlalu berdampak pada penjualan apartemen. 

Berbeda dengan rumah tapak di mana 80-90 persen pembeli merupakan end user, terutama untuk perumahan kelas menengah atas, sedangkan untuk perumahan kelas bawah, kemungkinan pembelinya adalah end user. 

"Pada segmen rumah tapak, kenaikan suku bunga lebih berdampak dibandingkan apartemen karena perkiraan kami 90 persen pembelinya menggunakan fasilitas KPR," katanya. 

Saat ini, apartemen yang paling banyak peminatnya berada di rentang harga Rp1-2 miliar dengan kencenderungan apartemen konsep Transit Oriented Development (TOD). 

Tags
#hunian #apartemen #Berita Properti #properti #colliers indonesia