Melantai di Bursa, Adhi Commuter Properti Berencana Lepas 8 Miliar Saham

Melantai di Bursa, Adhi Commuter Properti Berencana Lepas 8 Miliar Saham
Hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (Dok. PT Adhi Commuter Properti Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – Anak usaha PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Februari 2022 mendatang. ADCP akan menerbitkan saham baru sebesar 28,6 persen atau setara dengan 8,01 miliar lembar saham dengan harga rata-rata Rp130 hingga Rp200 per lembar saham. 

Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan dapat meraup dana segar sebesar Rp1,04 triliun hingga Rp1,6 triliun. Perseroan akan menggunakan sebanyak 45 persen dana hasil IPO untuk pengembangan proyek existing dan proyek recurring. Kemudian 35 persen untuk akuisisi atau pengembangan lahan baru dan 20 persen dana hasil IPO dipakai untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi Seri A.

“Perseroan mengadakan Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan (MESOP) sebanyak-banyaknya 560 miliar saham atau sekitar 2 persen,” tulis manajemen ADCP pada prospektus yang dirilis pada Kamis (27/1).

ADCP menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Setelah masa penawaran awal tersebut, perseroan mengharapkan pernyataan efektif IPO dari OJK terbit pada 14 Februari 2022. Kemudian masa penawaran umum pada 15-21 Februari 2022, tanggal distribusi saham secara elektronik pada 22 Februari 2022, dan pencatatan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Februari 2022.

Perseroan juga akan mengembangkan kawasan baru di tanah seluas 5 hektar milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang berlokasi di Pancoran, Jakarta Selatan. Tanah tersebut akan digunakan sebagai pengembangan proyek mixed use development seperti apartemen, komersial dan perkantoran.

Kemudian rencana akuisisi tanah seluas 12 hektar milik individu di Pakansari, Bogor dengan harga Rp53 miliar dan akan digunakan sebagai pengembangan proyek perumahan tapak dan area komersial. Selanjutnya, menggunakan dana IPO untuk mengakuisisi tanah seluas 3,6 hektar milik PT Prakarsa Triotama Jaya di Cikunir Bekasi. Tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek mixed use development, dengan perkiraan biaya sebesar Rp271 miliar.

Tags
#Developer #Berita Properti #properti #saham #Adhi commuter properti