Matahari Putra Prima Catat Kerugian Rp429 Miliar Tahun 2022

Matahari Putra Prima Catat Kerugian Rp429 Miliar Tahun 2022
Hypermarket (mppa.co.id)

Jakarta, Properti Indonesia – Emiten pusat perbelanjaan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan kerugian sebesar Rp429,63 miliar pada tahun 2022. Kerugian ini meningkat 27,2 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp337,54 miliar, sehingga perusahaan mengalami defisit Rp2,43 triliun. 

 Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (6/3), kerugian dikarenakan perolehan laba yang tidak sebanding dengan beban usaha termasuk beban pajak. Laba bruto meningkat 7,10 persen dari semula Rp1,19 triliun menjadi Rp1,28 triliun. Rugi usaha meningkat 208,89 persen dari Rp68,29 miliar menjadi Rp210,94 miliar, serta rugi sebelum pajak meningkat 26,07 persen secara tahunan.

Penjualan bersih perusahaan sepanjang 2022 tercatat sebesar Rp7,01 triliun atau naik 5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,65 triliun. Meski begitu, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp5,73 triliun, meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya Rp5,45 triliun.

Kemudian, beban penjualan sebesar Rp317 miliar meningkat dari Rp207 miliar. Beban umum dan administrasi Rp1,2 triliun atau meningkat dari Rp1 triliun. Selanjutnya, pendapatan sewa Rp69,44 miliar, naik dari Rp65,32 miliar, dan lain-lain bersih Rp38 miliar atau naik dari periode sama 2021 sejumlah Rp4,56 miliar.

Jumlah ekuitas mencapai Rp166,01 miliar, turun dari tahun lalu sebesar Rp584,40 miliar. Adapun total liabilitas tercatat sebesar Rp3,61 triliun atau merosot 11 persen dari tahun 2021 sebesar Rp4,06 triliun. Serta total aset sebesar Rp3,78 triliun, menurun 18 persen dari tahun 2021 sebesar Rp4,65 triliun.

 

Tags
#Pusat Belanja #Berita Properti #properti #ritel