Matahari Group Tunjuk Jajaran Direksi dan Komisaris Baru

Matahari Group Tunjuk Jajaran Direksi dan Komisaris Baru
Ilustrasi Matahari Department Store (idxchannel)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melakukan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Jumat (27/8) lalu.

Perubahan ini disetujui oleh para pemegang saham Perseroan untuk mendukung Perseroan dalam melanjutkan pelaksanaan strategi transformasi dan pertumbuhan Perseroan di tahun 2021 dan seterusnya.

Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (31/8), Presiden Komisaris Matahari, Monish Mansukhani berharap agar dapat bekerja sama dengan tim manajemen yang berpengalaman dalam mentransformasi bisnis, termasuk inisiatif strategis seperti omni-chanel yang disempurnakan dan pembaharuan gerai, dan merchandise yang diperbarui untuk pelanggan.

Baca Juga: Connery Asia Limited Tambah Porsi Saham di Matahari Sebesar Rp258 Miliar

“Manajemen patut dipuji karena telah menstabilkan bisnis di tengah pademi ini, mengubah struktur biaya dan operasi untuk memposisikan bisnis dengan baik sebagai bentuk pemulihan,” ujar Monish.

Perusahaan menyambut baik bergbungnya Andy Adhiwana, Bianca Cheo Hui Hsin, dan David Fernando Audy sebagai komisaris baru Perseroan. Serta Herni Dian Anggraeni dan Mirainti Hadisusilo sebagai susunan direksi.

Dalam RUPST juga telah menyetujui Laporan Direksi atas hasil usaha dan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2020. Perseroan mencatat total penjualan kotor tahun 2020 sebesar Rp,6 triliun, 52,3% di bawah 2019, sedangkan pendapatan bersih turun 52,9% menjadi Rp4,8 triliun. Perseroan mengalami rugi bersih Rp0,9 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp1,4 triliun.

Baca Juga: Matahari Department Store Untung Rp533 Miliar di Semester I 2021

Terry O’Connor selaku Wakil Presiden Direktur dan CEO Perseroan menjelaskan, selama tahun 2020, Perseroan beroperasi dalam lingkungan yang tidak pasti akibat kondisi Covid-19. Pada Maret 2020, Matahari menutup sementara hampir semua gerainya dan membuka kembali secara bertahap mulai Mei. Pada pertengahan September, pembatasan diberlakukan kembali yang mengakibatkan penutupan toko/pembatasan jam perdagangan dan jumlah pelanggan.

“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan performa di tengah pandemi Covid-19 ini, termasuk meluncurkan laman baru, Aplikasi Android dan Aplikasi iOS dan Matahari.com, dan meluncurkan saluran penjualan baru: Social Commerce Shop and Talk (WhatsApp), dan melalui market places,” imbuh Terry.

Manajemen Perseroan juga telah melakukan berbagai inisiatif efisiensi usaha dan tetap mengejar pertumbuhan dengan dibukanya tiga gerai di tahun 2020 dan mengakhiri tahun 2020 dengan total 147 gerai.                                                                               

Tags
#Berita Properti #Bisnis Properti #properti #ritel