Jakarta, Properti Indonesia - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,85 triliun sepanjang semester I 2023. Pencapaian ini meningkat 2,39 persen dari periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp3,76 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (4/8), beban pokok pendapatan bertambah 4,67 persen menjadi Rp1,25 triliun pada semester pertama ini, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,19 triliun. Sehingga laba kotor LPPF naik 1,32 persen dari Rp2,56 triliun menjadi Rp2,59 triliun.
Beban usaha LPPF juga naik menjadi Rp1,60 triliun di semester I 2023. Meskipun laba periode tahun berjalan menurun 25,53 persen menjadi Rp683,87 miliar di semester I 2023, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp918,37 miliar.
Terry O’Connor, CEO Matahari mengungkapkan bahwa manajemen Matahari memutuskan untuk membuka 12 gerai baru di lokasi-lokasi strategis di Indonesia tahun ini. Matahari juga berencana untuk mengembangkan gerai baru berkonsep multi-brand untuk segmen kelas menengah atas bernama MU&KU yang dijadwalkan akan diluncurkan pada awal tahun 2024.
Perseroan juga aktif menjelajahi pelunag di daerah-daerah tier-3 serta pasar yang sensitif terhadap harga, dengan tujuan untuk merambah segmen pasar yang menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau kepada konsumen.
“Strategi rebranding, transformasi gerai, ekspansi strategis gerai dan pembaharuan produk akan mendorong terciptanya pengalaman berbelanja yang khas Matahari. Tidak hanya itu, upaya digitalisasi kami akan menawarkan pengalaman belanja yang seamless di semua touch points, baik gerai fisik maupun platform online," ujar Terry dalam keterbukaan informasi.