Matahari Department Store akan Bagikan Dividen Final Rp250 Per Saham

Matahari Department Store akan Bagikan Dividen Final Rp250 Per Saham
Matahari Department Store (matahari.co.id)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana akan membagikan dividen final sebesar Rp250 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang untuk tahun buku 2021. Sebelumnya, emiten ritel ini telah membayarkan dividen interim sebesar Rp100 per saham pada 2 Desember 2021. 

Ke depan, manajemen merekomendasikan pembayaran dividen sebesar Rp500 per saham untuk tahun 2022 yang akan didistribusikan dalam 2 dividen interim sebesar Rp125 per saham dan dividen final sebesar Rp250 per saham. Hal tersebut akan menjadi pembayaran tertinggi dalam sejarah perseroan.

Matahari telah mencatat laba bersih sebesar Rp913 miliar pada tahun 2021 dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp873 miliar pada tahun 2020. Pendapatan laba bersih tersebut didukung oleh kinerja perdagangan pada kuartal IV 2021 sejalan dengan pelonggaran PPKM yang membantu kondisi pemulihan dan inisiatif yang diambil perseroan.

“Kinerja tahun 2021 melebihi ekspetasi dengan penjualan sebesar Rp10,3 triliun, naik 19,6 persen dibanding tahun 2020. Serta EBITDA Rp1,3 triliun (vs arahan Rp1 triliun) dan laba bersih Rp913 miliar,” tulis manajemen LPPF dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (4/3).

Meskipun kunjungan ke pusat perbelanjaan belum kembali ke kondisi sebelum pandemi. Pada tahun 2021, SSSG masih lebih rendah sebesar 41,5 persen dibandingkan tahun 2019, sementara kunjungan mal 43 persen di bawah 2019. Lanjut manajemen, kinerja perdagangan kuartal IV 2021 yang kuat dari pelonggaran PPKM tersebut menghasilkan EBITDA sebesar Rp527 miliar, 41,4 persen lebih tinggi dari 2019. Kemudian laba bersih sebesar Rp474 miliar dengan kunjungan ke mal sebesar 60 persen di kuartal IV 2021.

Dengan pinjaman yang telah dilunasi seluruhnya, pembayaran dividen interim dan pembelian kembali saham, perseroan mengakhiri tahun 2021 dengan kas sebesar Rp661 miliar. Kondisi ini memicu aktivitas pembelian kembali saham pada Januari 2022 dengan penilaian yang jauh di bawah perusahaan sejenis dan memberikan EBITDA atau saham yang kuat.

Wakil Presiden Direktur dan CEO Matahari, Terry O’Connor mengungkapkan, puncak Omicron di Jakarta sudah dilewati dan secara nasional telah membaik sehingga memberikan kesempatan perdagangan Lebaran secara penuh dan tidak terganggu.

“Dengan tingkat kunjungan ke mal berbalik positif pasca penyebaran Omicron, pakaian untuk travel dan pakaian formal atau acara khusus menjadi lebih relevan. Kebangkitan ritel fesyen yang terjadi di Amerika Serikat, Eropa, dan lainnya masih diharapkan di 2022. Oleh karena itu, kami meningkatkan EBITDA 2022 dari panduan sebelumnya Rp1,8 triliun menjadi Rp2,0 triliun,” jelas Terry dalam keterbukaan informasi.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2021, Matahari telah mengoperasikan 139 gerai di 77 kota di seluruh Indonesia. Setelah membuka 3 gerai baru pada tahun 2021 di Balikpapan (Kalimantan Timur), Batam (Kepulauan Riau), dan Cianjur (Jawa Barat). Pada tahun 2022 ini Matahari berencana membuka minimum 10 gerai, termasuk gerai signature baru yang sedang dibangun di Taman Anggrek Jakarta dan Plaza Ambarukmo Jogjakarta. Pengerjaan konsep format baru juga sedang berjalan, dan Perseroan hampir menyelesaikan format baru di Supermal Karawaci Tangerang.

Tags
#mall #Berita Properti #Bisnis Properti #properti #ritel #saham