Jakarta, Properti Indonesia – Lembaga pemeringkat kredit global Moody’s telah menurunkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi Caa1 dengan outlook negatif (Caa1-). Outlook negatif tersebut mencerminkan ekspektasi bahwa likuiditas perseroan masih lemah pada tahun 2021 dan 2022, karena perseroan masih bergantung pada penjualan aset dan pendanaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan kas.
“Penurunan peringkat tersebut dikareakan Moody’s berpandangan bahwa likuiditas Perseroan akan lemah dalam 12-18 bulan ke depan, dan Perseroan memiliki leverage yang tinggi,” tulis Moody’s dalam risetnya yang dikutip pada Rabu (21/7).
Perseroan juga ditargetkan dapat menyelesaikan penjualan lahan industri dan kepemilikan sisa saham di Central Park Mall pada tahun ini. Moody’s memprediksi ketidakpastian terkait penyelesaian target tersebut tepat waktu mengingat pemerintah sedang menerapkan PPKM darurat karena lonjakan kasus Covid-19.
“Pendapatan dari bisnis pengembangan diprediksi turun signifikan jika penjualan aset tersebut tidak dilakukan. Akibatnya metrik kredit Perseroan melemah selama 12-18 bulan ke depan,” jelas Moody’s.
Tercatat sepanjang semester I 2021, Perseroan mengalami peningkatan penjualan inti secara signifikan menjadi Rp1 triliun sehingga Moody’s memperkirakan penjualan sepanjang tahun 2021 Agung Podomoro Land dapat mencapai Rp1,6 triliun atau masih di bawah target Rp2 triliun – Rp2,5 triliun.
Selain itu, metrik kredit Perseroan yang berpotensi melemah apabila kinerja operasional ritel dan hotel tetap lesu sepanjang 2021, serta pemulihan ke level sebelum pandemi tidak terjadi hingga tahun 2023.
Kemudian pada kuartal I 2021, Perseroan mencatat penurunan pendapatan mencapai Rp485,44 miliar atau turun 63% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,32 triliun. Kontribusi penjualan terbesar yakni dari pendapatan sewa mencapai Rp177,38 miliar dari sebelumnya Rp237,84 miliar. Kemudian penjualan apartemen mencapai Rp118,55 miliar dari sebelumnya Rp902,19 miliar.