Jakarta, Properti Indonesia - PT Krakatau Sarana Properti (KSP), unit usaha PT Krakatau Steel, berencana mengembangkan konsep Krakatau Urban Valley di kawasan Cilegon dan sekitarnya sebagai sektor properti komersial. Manager Pengembangan Usaha PT KSP, Sugeng Rahardjo mengatakan, konsep tersebut akan dilakukan pada tahun 2024 mendatang.
"Untuk kawasan properti ini kami menyiapkan lahan seluas 180 hektar, yang akan mengusung konsep Krakatau Urban Valley. Kami akan menyiapkan sejumlah fasilitas modern untuk menarik minat calon pembeli," ujar Sugeng dalam keterangannya, Jumat (19/5).
Krakatau Urban Valley juga akan mencakup pembangunan pusat kuliner dan hotel bujet (budget). Menurut Sugeng, hotel ini memiliki pangsa pasar yang cukup banyak dan belum disentuh PT KSP. Keberadaan hotel bujet sangat dibutuhkan karena menjadi salah satu infrastruktur penunjang dalam industri pariwisata.
Pembangunan Krakatau Urban Valley akan dimulai secara bertahap dalam waktu 2-3 tahun ke epan. Saat ini perusahaan tengah melakukan sejumlah kajian termasuk rencana pembelian lahan di dekat gerbang tol Cilegon Barat. "Lahan yang tengah kami kaji ini sangat strategis karena dekat gerbang tol keluar dan juga Pelabuhan merak. Tentunya posisi yang strategis ini akan sangat menguntungkan dalam pengembangan konsep Krakatau Urban Valley," jelasnya.
Sebagai informasi, saat ini PT KSP memiliki tiga unit bisnis yaitu pengelolaan Kawasan Industri Krakatau, pengelolaan kawasan komersil, dan properti residensial. Di sektor komersil terdapat Royal Krakatau Hotel, The Royal Krakatau Golf, Krakatau Sport Club, dan Krakatau Water World. Kemudian untuk properti residensial terdapat Pejaten Mas Estate dan Bumi Rakata Asri. PT KSP memprioritaskan pengembangan kawasan industri, hal ini karena 80 persen pemasukan perusahaan berasal dari area kawasan industri.