Kementerian PUPR Akan Bangun 656 Homestay di Labuan Bajo

Kementerian PUPR Akan Bangun 656 Homestay di Labuan Bajo
Homestay di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk usaha pondok wisata atau homestay dan usaha pariwisata lainnya sebanyak 656 unit di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata.

“Terkait hal ini, Kementerian PUPR telah merenovasi rumah warga di kawasan wisata sehingga masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi juga bisa menikmati kue pariwisata,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (23/12).

Sebanyak 656 unit homestay atau Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) sudah diselesaikan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Nusa Tenggara II, sebagai dukungan terhadap DPSP Labuan Bajo dengan total anggaran sekitar Rp89 miliar.

“Kami bersama pemerintah daerah setempat bekerja sama untuk menata kawasan ini jadi kawasan pariwisata premium dengan mengubah rumah-rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi homestay sehingga para wisatawan bisa betah dan nyaman tinggal di sini,” imbuh Kepala BP2P Nusa Tenggara II Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Yublina D Bunga.

Program sarhunta yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan ini sudah sejak tahun 2020. Pelaksanaannya dilakukan di dua daerah yakni Kabupaten Manggarai Barat tersebar di empat kecamatan dan 12 kelurahan/desa serta Kabupaten Manggarai di satu kecamatan dan empat desa.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #Kementerian PUPR #properti #pariwisata