Jakarta, Properti Indonesia - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan penjualan pemasaran marketing sales sebesar Rp1,2 triliun per Mei 2023. Pencapaian marketing sales ini 60 persen dari target marketing sales tahun 2023 sebesar Rp2 triliun.
Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda mengatakan, perusahaan optimis target marketing sales di tahun ini dapat tercapai. "Dengan capaian itu, realisasi sudah inline dengan target marketing sales tahun 2023," ujar Muljadi dalam keterangannya, dikutip Senin (26/6).
Dilansir ari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian marketing sales tersebut berasal dari kawasan industri di Cikarang dan lainnya, tidak termasuk perusahaan joint venture (JV). Target tersebut terdiri dari Rp750 miliar tanah matang dan bangunan industri, serta Rp250 miliar dari produk residensial dan komersial di Cikarang.
Sementara sisa Rp1 triliun berasal dari perusahaan-perusahaan JV, dengan Kendal menjadi kontributor terbesar dengan target marketing sales tahun ini sebesar Rp800 miliar, dan Rp200 miliar dari JV residensial/komersial di Cikarang.
Sedangkan marketing sales pada kuartal I 2023 sebesar Rp662,4 miliar per kuartal I/2023. Capaian ini meningkat 39 persen dibandingkan Rp477,6 miliar dibanding periode sama tahun lalu. Kemudian recurring revenue di kuartal I 2023 sebesar Rp368 miliar yang berasal dari infrastruktur yaitu penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, estate management, pembangkit listrik dan bisnis dry port.
Dari sisi pendapatan, KIJA mencatat pendapatan sebesar Rp776 miliar pada kuartal I 2023, tumbuh 55 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp500 miliar. Pendapatan ini dikontribusi oleh kenaikan pemasukan dari land development & property sebesar 78 persen menjadi Rp380 miliar dibandingkan per Maret 2022 sebesar Rp213,8 miliar.
Hingga saat ini KIJA telah mengeluarkan dana sekitar Rp135 miliar atau 15 persen anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) 2023 yang mencapai sebesar Rp900 miliar. Total capex tersebut dengan rincian sebesar Rp300 miliar digunakan untuk konstruksi dan pengembangan tanah serta infrastruktur di Cikarang, dan di Kendal Rp600 miliar.