Investasi Cerdas Paska Pandemi; Tak Hanya Andalkan Mutu, tapi Juga Reputasi dan Lokasi

Investasi Cerdas Paska Pandemi; Tak Hanya Andalkan Mutu, tapi Juga Reputasi dan Lokasi
Pameran properti menjadi salah satu sarana bagi milenial untuk mencari hunian impian (Sylvia Monty / Properti Indonesia)

Selain memiliki keunggulan dari sisi lokasi, kenyamanan, aksesibilitas serta lingkungan yang sudah matang, Paramount Petals juga dilengkapi beragam fasilitas mumpuni

Jakarta, Properti Indonesia – AKHIR pekan kini menjadi hari-hari sibuk bagi Mega Saraswati, 30 Tahun, karyawati salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Tangerang. Ibu rumah tangga dengan 2 orang anak tersebut terpaksa harus merelakan diri untuk bolak balik ke sejumlah pameran properti bersama sang suami demi satu tujuan, yaitu berburu rumah impian. Tak hanya hunting secara offline, aktifitas berkunjung ke website penjualan rumah atau pameran properti yang digelar secara virtual pun kini jadi kebiasaan baru baginya.

Mega mengaku, awalnya ia dan suami sempat khawatir untuk membeli rumah baru di tengah situasi ekonomi global yang tak pasti dan bayang-bayang inflasi. Terlebih mereka membeli rumah dengan skema kredit. Namun, setelah berkonsultasi dan mencari informasi dari para ahli, keinginan untuk punya rumah pertama justru semakin menguat.

“Setelah menimbang dan memilih, pilihan rumah yang sesuai dengan konsep dan bujet kita ada di Paramount Petals. Mudah-mudahan akhir tahun ini rezekinya kita punya rumah baru,” ujar Mega optimis.

Mega adalah potret absurd generasi milenial di Indonesia yang masih belum memiliki rumah. Meski telah memiliki penghasilan, faktanya banyak dari mereka yang belum menjadikan rumah sebagai prioritas untuk dibeli. Sebagian besar penghasilan lebih banyak digunakan untuk traveling maupun membeli gadget. Sementara sisanya, justru ragu-ragu untuk berinvestasi properti.

Tapi itu dulu. Faktanya, pandemi Covid-19 yang sempat berdampak pada terbatasnya mobilitas masyarakat membuat pola pikir (mindset) generasi milenial berubah. Mereka yang awalnya cuek, kini justru berlomba-lomba untuk menginvestasikan penghasilannya untuk berburu rumah maupun apartemen. Dan, Mega, adalah satu diantaranya.

Data yang dilansir IPEX Loyalti Member (ILM) mencatat, ada sekitar 3.600 calon pembeli rumah dalam pagelaran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 yang dihelat pada 15-22 Mei 2022 lalu, dimana sebanyak 78,9 persen berasal dari generasi milenial. Sementara, sekitar 89,6 persen merupakan pembeli rumah pertama untuk ditempati dengan lokasi favorit di wilayah Jabodetabek. Fakta ini menyiratkan bahwa ceruk pasar properti bagi milenial masih cukup besar.

Steve Atherton, Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia menuturkan, generasi milenial dengan rentang usia 26-40 tahun merupakan salah satu segmen terpenting dan terbesar di pasar perumahan di Indonesia saat ini.

“Sementara untuk tipe properti apa yang akan dibeli, ini sangat bergantung pada gaya hidup apakah mereka tipe masyarakat urban yang suka tinggal di dekat tempat kerja dan bermain atau wilayah pinggiran kota yang tidak terlalu ramai dan lebih terbuka. Tipikal gaya hidup ini biasanya akan memainkan peran penting apakah mereka memilih tinggal di apartemen atau rumah tapak,” jelas Steve kepada Properti Indonesia akhir November lalu.

Meski begitu, Steve mengingatkan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bagi konsumen milenial sebelum membeli properti. “Yang menjadi pertimbangan utama sebelum berinvestasi properti adalah bagaimana reputasi pengembang, kualitas konstruksi rumah serta lokasi,” pungkasnya.

Show unit rumah di Klaster Gardenia Paramount Petals

Senada dengan Steve, Direktur Paramount Land, M. Nawawi mengatakan, dalam kondisi faktual masyarakat Indonesia lebih didominasi oleh usia produktif yang menuntut efisiensi dalam berbagai hal. Karena itu, jika ada hunian yang mampu merangkum semua ekspektasi tersebut bisa dipastikan akan mendapat perhatian lebih dari masyarakat, khususnya generasi milenial.

“Peluang investasi ini disadari banyak pengembang properti dan direalisasikan dengan membangun kawasan-kawasan hunian baru, termasuk Paramount Land melalui pengembangan kota mandiri baru seluas 400 hektar di barat Jakarta bertajuk Paramount Petals,” jelasnya.

Menurut M. Nawawi, Paramount Petals hingga saat ini terus memperkuat eksistensinya dalam mewujudkan kawasan hunian terpadu untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat masa kini. Sejak diperkenalkan pada 2021 lalu, sebanyak tiga klaster meliputi Aster, Canna, dan Gardenia telah diluncurkan dan mendapat antusias tinggi di masyarakat.

Kluster Gardenia, misalnya. Meski baru diluncurkan pada pertengahan Oktober 2022 lalu, hingga akhir November penjualannya telah mencapai 90% dari total target. Klaster Gardenia merangkum 400 unit rumah dengan harga mulai dari Rp889 jutaan untuk tipe 1 lantai dan Rp1,1 miliar per unit untuk tipe 2 lantai.

Untuk Tipe 2 lantai, Gardenia menawarkan pilihan ukuran L8 (8x15), L7 (7x12/15), dan L6 (6x12/15). Sedangkan untuk tipe 1 lantai tersedia pilihan yaitu lebar 6, 7, dan 8 serta panjang bervariasi yaitu 12-15 m. Selain Gardenia, unit-unit rumah yang tersedia saat ini berada di klaster Canna dengan harga mulai dari Rp817 jutaan sampai dengan Rp1,1 miliaran.

Kelebihan unit rumah di klaster Gardenia adalah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti smart door lock, electric water heater, dan high ceiling level, yang menjadikan rumah Gardenia ‘larger and brighter’ dengan banyak pencahayaan alami yang masuk karena dikombinasikan dengan jendela tinggi dan lebar, mezzanine floor (opsi khusus untuk tipe 1 lantai) sebagai area fungsional yang dapat digunakan sebagai ruang tambahan untuk penghuni seperti perpustakaan, ruang belajar, ruang hobi, dan lainnya.

Selain rumah, sejumlah fasilitas juga telah dibangun meliputi Marketing Gallery, Convenience Store, dan Klinik Bethsaida. Sedangkan, beberapa fasilitas yang akan segera dikembangkan diantaranya Bezwalk, Country Club, dan Estate Management. “Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pembangunan dan serah terima klaster pertama Aster dijadwalkan dilakukan pada Februari 2023 mendatang,” ungkap Nawawi.

Tak hanya itu, untuk menambah kemudahan akses para penghuninya, pada 2023 mendatang Paramount Petals akan memulai pembangunan akses pintu tol di KM 26 dan diperkirakan selesai di tahun 2025 yang akan memudahkan para penghuni dari dan menuju Paramount Petals. “Komitmen selanjutnya di tahun 2025-2027 adalah pembangunan pasar modern, Bethsaida Hospital, sekolah dan Hotel Fame yang akan semakin melengkapi Paramount Petals,” tegas Nawawi.

It’s Time to Buy

Di tengah ketidakpastian perekonomian global, ancaman akan terjadinya resesi dunia tak terkecuali Indonesia pada tahun 2023 mendatang terus menguat beberapa waktu terakhir. Adapun, beberapa faktor yang melatarbelakangi krisis ini mulai dari konflik geopolitik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina yang berimbas pada konstelasi ekonomi dunia menjadi volatile, laju inflasi, nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar dan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, di tengah fluktuasi kondisi perekonomian dan gejolak geopolitik global saat ini, kondisi perekonomian nasional masih mampu memperlihatkan tren penguatan pada berbagai leading indicator. “Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai target 5,2% di 2022 dan pada 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan 5,3%,” ujar Airlangga pertengahan Oktober 2022 lalu.

Secara umum harga properti di Indonesia saat ini bisa dibilang belum mengalami kenaikan harga secara signifikan. Merujuk pada hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan II 2022, pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer tercatat 1,72% (yoy) atau naik tipis dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 1,77% (yoy). Menurut BI, kenaikan harga ini diprakirakan masih mengalami keterbatasan hingga triwulan III 2022 dengan kisaran sebesar 1,53% (yoy).

Metta Anggraini selaku Financial Planner mengatakan, bahwa jika saat ini memiliki dana lebih sebaiknya pilih investasi properti sebelum nantinya inflasi semakin tinggi. “Di satu sisi ketika harga komoditas naik, orang berusaha mengamankan aset dan kembali lagi nilai aset yang aman, orang bisa memilih berinvestasi properti sebagai bentuk mengamankan nilai aset miliknya,” pungkasnya.

Dirinya mengatakan, kebutuhan rumah itu akan selalu ada di Indonesia baik dari tipe standar, menengah, hingga mewah. Kenaikan harga properti rata-rata setiap tahun terus tinggi. Selama dua tahun ini cukup tertahan akibat pandemi, artinya kemungkinan harga properti akan naik lebih tinggi dari inflasi. Inilah yang menarik investor untuk berinvestasi properti.

“Kalau untuk orang-orang yang pertama kali membeli properti untuk ditinggali, mereka harus berhitung dengan cermat apakah kemampuan bayar cicilannya cukup atau tidak. Jangan sampai nantinya menguras keuangan pribadi mereka. Tetapi kalau investor yang sudah biasa investasi aset di berbagai hunian atau lokasi bisnis tentu ini layak jadi pertimbangan karena akan memberikan return lebih tinggi,” tutup Metta.

 

 

 

Tags
#hunian #Township #Paramount Land #milenial #Tangerang #rumah mewah #Paramount Petals