Intiland Kembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang Industrial Park Seluas 500 Hektar

Intiland Kembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang Industrial Park Seluas 500 Hektar
Kawasan Industri Batang Industrial Park (PT Intiland Development Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) kini tengah menjajaki pengembangan proyek properti terbaru berupa kawasan industri terpadu bertajuk Batang Industrial Park (BIP) di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pengembangan ini sendiri menjadi langkah antisipasi perseroan terhadap pertumbuhan kebutuhan lahan industri serta mendukung program pemerintah untuk memperbanyak kawasan industri sebagai upaya menopang peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung industri dalam negeri. 

Direktur Pengembangan Bisnis Intiland, Permadi Indra Yoga menjelaskan, pengembangan BIP menjadi salah satu strategi usaha perseroan untuk memperkuat portofolio dan kinerja usaha secara jangka panjang.

“Kami mencermati kebutuhan terhadap lahan industri akan semakin meningkat di masa depan, sejalan dengan semakin banyak perusahaan yang ingin berekspansi,” ujar Permadi dalam keterangan, Rabu (8/6).

BIP menjadi proyek kawasan industri kedua yang dimiliki Intiland, setelah sebelumnya sukses mengembangkan Ngoro Industrial Park di Mojokerto Jawa Timur. Pengembangan BIP terbagi dalam beberapa tahapan. Pada tahap pertama meliputi area seluas 287 hektar dan pengembangan selanjutnya sampai dengan seluas 500 hektar.

Lanjutnya, dalam mengembangkan kawasan BIP, Intiland menganut prinsip-prinsip keberlanjutan dalam desain dan pengoperasian. Pengembangan kawasan industri ini berupaya untuk mematuhi kaidah-kaidah bangunan hijau, proses industri bersih, dan sistem pengelolaan air yang ketat untuk mejaga keseimbangan dengan alam dan masyarakat sekitar.

Lokasi BIP berada di jalur tol Trans Jawa, berlokasi 4 km dari pintu tol Kademan KM 348 melalui Jalan Raya Pantura. Serta didukung oleh berbagai infrastruktur publik, seperti Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang (80 km), Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang (85 km), Stasiun Kereta Api Pekalongan (23 km), Bandar Udara Internasional Kertajati, Cirebon (160 km).

“Batang menjadi kawasan favorit bagi pengembangan lahan industri. Selain ditunjang oleh infrastruktur transportasi yang sangat baik, Batang punya sejumlah nilai tambah lain, seperti biaya tenaga kerja yang kompetitif, ketersediaan lahan yang mencukupi, serta potensi pengembangan secara jangka panjang,” jelas Permadi.

BIP juga akan dilengkapi area komersial yang terintegrasi serta area perumahan untuk para pekerja di dalam kawasan ini. Perseroan saat ini telah memiliki investor pertama BIP yakni perusahaan PT Nestle Indonesia yang menempati lahan seluas 20 hektar dan telah melakukan ground breaking pembangunan pabrik pada Mei 2021 dan saat ini sudah dalam tahapan penyelesaian pembangunan. Tercatat saat ini sudah ada empat perusahaan yang menjalin kerjasama untuk membangun pabrik baru di kawasan BIP. Tiga perusahaan lainnya bergerak di bidang pengemasan dan welding electrodes.

Tags
#hunian #Berita Properti #properti #intiland development #kawasan industri