Jakarta, Properti Indonesia – Pembangunan infrastruktur selalu berdampak positif bagi multisektor, khususnya sektor properti. Fakta membuktikan, selain memperlancar lalu lintas, keberadaan infrastruktur seperti jalan tol mampu mengerek harga lahan, mendongkrak penjualan serta membuat kawasan sekitar semakin berkembang pesat dikarenakan meningkatnya permintaan akan properti.
Sekedar menyebut, rencana beroperasinya Tol Cimanggis-Cibitung (Cimaci) sepanjang 26,3 kilometer sukses mengerek penjualan properti di kawasan Cibubur dan Cileungsi, karena diyakini menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang telah terjadi sejak lama di ruas jalan Transyogi dan Cileungsi, sekaligus memecah kepadatan dua jalan tol Ibu Kota yaitu Jakarta-Cikampek dan Jagorawi.
Seperti diketahui, selama ini masyarakat dari jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ingin ke Cibubur, Depok, dan Bogor mesti memutar terlebih dahulu melalui JORR, baru ke Jagorawi menuju Bogor. Namun, dengan adanya jalan Tol Cimanggis-Cibitung, pelintas jalan dari Cikampek bisa langsung masuk ke jalan tol tersebut dan bertemu jalan Tol Jagorawi di Cimanggis. Terlebih, pada jalan Tol Cimanggis—Cibitung nantinya juga akan dibangun pintu tol baru yang lokasinya berada di Jalan Transyogi Cibubur atau berjarak sekitar 200 meter dari gerbang utama perumahan CitraGrand Cibubur.
General Manager CitraGrand Cibubur CBD, Lily Juliati mengatakan, meski belum beroperasi 100%, keberadaan infrastruktur Cimanggis - Cibitung sepanjang 26,3 km sangat berdampak pada perkembangan kawasan Cibubur yang berbatasan langsung dengan 4 wilayah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Depok, khususnya untuk memecah kemacetan yang terjadi selama ini.

“Bila dibandingkan kawasan lainnya seperti Serpong di Tangerang, sebenarnya Cibubur lebih dekat dengan pusat Kota. Cuma harus diakui, Serpong lebih unggul dalam hal infrastruktur. Namun, dari sisi lingkungan udara di sini lebih baik karena dikelilingi beberapa wilayah seperti Bekasi, Depok dan Bogor,” sebut Lily.
Jalan Tol Cimanggis-Cibitung merupakan satu dari 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II). Ruas tol ini terdiri atas Seksi I (Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya) sepanjang 2,8 kilometer dan telah beroperasi sejak November 2020 lalu serta Seksi II (On/Off Ramp Jatikarya-Junction Cibitung) sepanjang 23,4 kilometer.
Lily menuturkan, sejumlah kelebihan ini pula yang membuat penjualan properti di Cibubur terus bergeliat. Termasuk, rencana beroperasinya beberapa infrastruktur baru seperti MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), dan Jabodetabek Residence (JR) Connexion yang diyakini akan membuka akses bagi tranpsortasi dan mobilitas warga kawasan Cibubur.
“Sejak diluncurkan pada Oktober 2017 lalu, unit-unit rumah dan ruko di CitraGrand Cibubur CBD telah terserap dengan cukup baik. Untuk kluster pertama, terjual 99%, kluster kedua 95% dan cluster ketiga terjual 60%,” jelasnya.
Dirinya mengaku, jika pertumbuhan penjualan ini masih tetap moncer meski di tengah pandemi sekalipun. “Untuk tahun 2020 penjualan kita sekitar Rp170 miliar atau sesuai target yang ditetapkan. Dan untuk tahun 2021 target telah kita naikkan sebesar 20%,” tutur Lily.
CitraGrand Cibubur CBD yang berlokasi di Jalan Trans Yogie Cibubur, Bekasi dikembangkan di atas lahan 100 hektar, dan terdiri atas dua zona, yakni zona perumahan seluas 60 hektar dan zona komersial central business district (CBD) seluas 40 hektar. Teranyar, CitraGrand Cibubur CBD sedang memasarkan kluster keempat Calathea yang telah dipasarkan sejak September 2020 lalu.
“Calathea mengusung konsep Smart Cluster dengan beberapa fasilitas unggulan, yaitu Smart Door Lock, Lamp Sensor Motion, CCTV Cluster, dan Fiber Optic Access. Custer ini memiliki 2 tipe rumah yaitu tipe 5 x 11 (LT 55m2/ LB 50m2) tipe 6 x 15 (LT 90m2 / LB 64m2). Adapun, harga yang dipasarkan mulai dari Rp950 jutaan. Sejak dipasarkan pada September 2020 lalu, Calathea telah terserap 40% dari total 150 unit,” tutur Lily.