Heboh! Sejumlah Properti di Pulau Karimunjawa Dijual Kepada WNA

Heboh! Sejumlah Properti di Pulau Karimunjawa Dijual Kepada WNA
Proyek The Startup Island di Karimunjawa, Kabupaten Jepara (Dok. The Startup Island (Facebook))

Jakarta, Properti Indonesia – Belum lama ini terdapat iklan penjualan properti di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Properti di proyek perumahan di Taman Nasional Pulang Karimunjawa tersebut dijual murah kepada warga negara asing (WNA). Kabar tersebut menjadi viral setelah pengguna Twitter, Lorraine Riva dengan akun @yoyen. Akun tersebut mengunggah sebuah iklan dari Facebook bernama The Startup Island, yang menawarkan rumah seharga 49 ribu Euro atau sekitar Rp808 juta. 

“Klaimnya dalam 8 bulan sudah terjual 170 rumah dari 300 rumah yang dipasarkan. Ntar jadi kampung bule di situ dan warga lokal gimana ini?” tulis akun Twitter @yoyen, dikutip Senin (17/1).

Diketahui, The Startup Island merupakan sebuah proyek yang dikelola dan di berada di bawah naungan PT Levels Hotels Indonesia, dan diklaim telah memiliki perizinan oleh Pemerintah Indonesia. Dengan adanya izin tersebut, perusahaan berhak melakukan aktivitas bisnis dalam menjual atau menyewakan properti termasuk rumah, apartemen, bangunan dan lain-lain.

Proyek Startup Island tersebut dikelola oleh warga Spanyol dan membeli sejumlah lahan di Karimunjawa. Proyek ini nantinya akan dibangun tempat tinggal layaknya kota di sebuah pulau, dan diisi dengan berbagai bangunan tempat tinggal serta coworking space bagi para komunitas startup atau traveller.

Dalam iklan The Startup Island, mengklaim bahwa perusahaan telah berhasil menjual 170 dari total 300 unit rumah dalam waktu delapan bulan. Lorraine khawatir nantinya jika proyek ini terealisasi, warga lokal akan menjadi tamu di kampung sendri atau terpaksa pindah karena harga tanah dan bangunan meningkat.

Adapun, proyek Startup Island Karimunjawa ini diduga melanggar ketentuan dan tahapan proses perijinan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, dilansir dari detik.com, Minggu (16/1).

“Belum ada izin, secara tata ruang boleh, tapi secara izinnya belum ya,” ujar Ary.

Namun, hingga saat ini proyek properti tersebut masih berlangsung. Dalam unggahan terbarunya, Startup Island telah mulai pembangunan 40 apartemen pertama. Rencananya akan selesai dan dilengkapi pada bulan Maret tahun ini. 

"Kami telah memulai pembangunan 40 apartemen pertama. Menurut rencana kami, akan selesai dan dilengkapi pada bulan Maret dan kami akan memperbarui perkembangan. Terima kasih kepada 178 investor atas kepercayaan Anda. Kami terus bekerja," tulis laman The Startup Island di Facebook, Minggu (26/12/2020). 

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #resort