Jakarta, Properti Indonesia - PT GA Tiga Belas atau Toko Buku Gunung Agung akan menutup seluruh gerai hingga akhir tahun 2023. Saat ini Toko Buku Gunung Agung hanya memiliki lima toko yang masih beroperasi. Salah satunya adalah Toko Gunung Agung yang berlokasi di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat. Toko tersebut tengah menawarkan diskon untuk menghabiskan produk yang tersisa.
Sebelumnya, perusahaan telah melakukan efisiensi dengan menutup beberapa toko di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Surabaya, Semarang, Gresik hingga Magelang. Penutupan gerai dikarenakan perusahaan tidak bisa bertahan dari kerugian operasional. Penutupan gerai sendiri suah dimulai sejak tahun 2013, kemudian di tahun 2020 diperparah akibat efek pandemi Covid-19.
"Pada akhir 2023 ini kami berencana menutup toko milik kami yang masih tersisa. Keputusan ini harus diambil karena kami tidak dapat bertahan dengan tambahan kerugian operasional per bulannya yang semakin besar," tulis Manajemen PT GA Tiga Belas dalam keterangan resmi Minggu, 25 Mei 2023 lalu.
Toko buku Gunung Agung sudah beroperasi lebih dari 70 tahun, atau tepatnya didirikan pada tahun 1953 oleh Tjio Wie Tay atau Haji Masagung. Haji Masagung memulai bisnis toko buku impor dan majalah pada tahun tersebut di Jakarta, yang kemudian mendirikan perusahaan bernama Firma Gunung Agung.
Dimulainya usaha Firma Gunung Agung ini ditandai dengan pameran buku yang diadakan di Jakarta pada 8 September 1953. Perusahaan ini terus berkembang dan memiliki dukungan dari para penyair, penulis, cendekiawan hingga jurnalis. Pada tahun 1954, Haji Masagung menyelenggarakan pameran buku pertama di Indonesia dan mendapat respon positif dari masyarakat.
Perusahaan terus berkembang hingga akhirnya menjadi salah satu jaringan toko buku terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga memperluas bisnis dengan menambahkan produk alat tulis, peralatan sekolah atau kantor, barang olahraga, alat musik, dan produk teknologi.
Pada tahun 2010 lalu, Gunung Agung memiliki sekitar 30 cabang di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali engan area penjualan 28.000 meter persegi. Sebanyak 20 cabang di antaranya berada di Jakarta dan sekitarnya. Perusahaan juga memiliki 4 cabang toko buku dengan nama TGA Bookstore. Penutupan gerai dilakukan secara bertahap, dan gerai di Kwitang akan menjadi toko terakhir yang dimiliki oleh Gunung Agung.