Jakarta, Properti Indonesia – Sektor properti logistik atau pergudangan dan rumah tapak diperkirakan akan lebih cepat pulih dibanding sektor properti lainnya. Head of Research Development Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan bahwa dari tren investasi saat ini lebih banyak yang berinvestasi di sektor logistik dan perumahan.
“Dibandingkan dengan sektor properti lain, kemungkinan bahwa sektor logistik seperti pergudangan dan perumahan (landed house) akan menjadi dua sektor yang paling cepat pulihnya dibanding sektor lain. Terutama kalau dibandingkan dengan sektor highrise residensial seperti apartemen atau sektor properti komersial,” ungkap Ferry dalam Webinar Prospek Investasi Properti Pasca Pandemi, Jumat (28/1).
Lanjut Ferry, pertumbuhan sektor properti di Indonesia masih bergantung dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini belum begitu membaik. Apalagi pandemi Covid-19 berlangsung hingga dua tahun terakhir. Namun, dengan jumlah masyarakat yang divaksin meningkat, prospek properti di tahun ini diharapkan menjadi lebih baik.
Adapun untuk menghadapi tantangan sektor properti di pasca pandemi saat ini perlu adanya strategi untuk para investor. Salah satunya adalah corporate investor harus bisa mengidentifikasi peluang kemitraan dengan pemodal untuk memonetisasi sebagian besar kepemilikan dan menguasai dana atau modal untuk meningkatkan nilai properti atau sebagai modal kerja. Kemudian membeli tanah di lokasi yang strategis untuk pengembangan proyek ke depan.
“Para pengusaha di bidang properti juga bisa bermitra dengan pengembang township yang berpengalaman, sehingga dapat lebih mudah menjual atau disewakan,” imbuh Ferry.
Kemudian potensi pengembangan lahan dari ekspansi kawasan industri yang beroperasi maupun kawasan industri yang baru dikembangkan, ada 2 proyek yang dibangun di Serang kemudian 1 di Sukabumi yang masih dalam konstruksi. Sementara di Karawang dan Serang potensi penambahan lahan dari kawasan industri yang sudah beroperasi.
“Pengembangan kawasan industri arah timur Jakarta lebih pesat karena perkembangan infrastruktur seperti jalan, kemudian terhubung dengan kawasan industri di Jawa Tengah cukup besar,” katanya.
Stok tanah sudah cukup menipis dan Bekasi diperkirakan sudah hampir kehabisan tanah. Sementara potensi ada di kawasan Karawang. Hal ini karena Karawang masih memiliki stok tanah yang cukup besar dan kemungkinan ekspansi ke arah Purwakarta dan Subang, dimana akan ada pelabuhan baru Patimban sehingga cukup mendorong pertumbuhan industri di sana.
“Total transaksi lahan tahun 2021 sudah lebih baik dibandingkan tahun 2020 dan angka ini kemungkinan akan lebih baik lagi jika ada konfirmasi dari 1 kawasan industri,” jelas Ferry.
Harga lahan selama tahun 2021 mengalami penyesuaian terutama untuk kawasan industri yang kinerja penjualannya membaik dan lahan yang tersedia relatif sedikit. Beberapa kawasan industri mengantisipasi kenaikan harga hingga 10 persen di tahun 2022 terutama kawasan yang sudah mengantisipasi kenaikan penjualan tahun ini. Namun, sebagian besar kawasan industri masih akan mempertahankan harga lama pada tahun ini.
Selama kuartal IV 2021, transaksi terbesar berasal dari penyewaan lahan. Di KIEC perusahaan berbasis kimia dari Korea menyewa 40 hektar lahan selama tiga tahun dengan opsi perpanjangan 2 tahun, untuk merakit fabrikasi sebagai persiapan untuk pengembangan pabrik kimianya. Selain itu, perusahaan data center juga terus berekspansi ke depannya.