Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan pendapatan Rp9,72 triliun sepanjang tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat 20,55 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp8,07 triliun. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (17/4), laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp3,35 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp2,64 triliun.
Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2021 menjadi Rp1,73 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,32 triliun. Pendapatan yang diperoleh perseroan berasal dari pendapatan kaveling, rumah hunian, dan ruko sebesar Rp5,62 triliun. Kemudian disusul pendapatan apartemen sebanyak Rp1,34 triliun dan kantor Rp1,06 triliun.
Selain itu, pendapatan usaha terbesar juga berasal dari rumah sakit sebanyak Rp671,09 miliar, pusat niaga Rp425,86 miliar, hotel Rp265,69 miliar, sewa kantor Rp271,07 miliar, lapangan golf Rp36,95 miliar, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp78,62 miliar.
Selanjutnya, beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan meningkat menjadi Rp4,88 triliun atau naik 23,8 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp3,94 triliun. Sehingga laba kotor tercatat tumbuh Rp4,83 triliun dari Rp4,12 triliun. Sementara laba bersih perseroan Rp1,73 triliun atau naik 31,46 persen dari tahun 2020 Rp1,32 triliun. Dengan demikian laba per saham dasar perseroan tumbuh menadi Rp94 dari Rp71.
Total aset CTRA tercatat Rp40,66 triliun atau tumbuh 3,60 persen dibandingkan jumlah aset tahun 2020 senilai Rp39,25 triliun. Liabilitas terpangkas menjadi Rp21,27 triliun dari Rp21,79 triliun, dan ekuitas perseroan bertambah menjadi Rp19,39 triliun dari Rp17,45 triliun. Hingga Desember 2021, CTRA mencatatkan total aset sebesar Rp40,66 triliun atau naik 3,59 persen.