Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan kinerja positif selama semester I 2021. Pendapatan usaha sepanjang enam bulan pertama tahun 2021 mencapai Rp3,25 triliun atau tumbuh 39,20 persen dibandingkan pada tahun 2020 sebesar Rp2,34 triliun.
BSDE mencatat segmen perumahan menjadi kontribusi terbersar Perseroan sebanyak 36%, kemudian segmen penjualan tanah berkontribusi 31%, komersil 11%, penyewaan 11%, manajemen properti 5% dan konstruksi 4%. Kemudian untuk hotel dan area rekreasi masing-masing berkontribusi 1% terhadap total pendapatan usaha.
Laba usaha melonjak 129,48% menjadi Rp1,12 triliun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp488,74 miliar, sehingga laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada enam bulan pertama sebanyak Rp680 miliar.
Baca Juga: Sepanjang Q1 2021 BSDE Berhasil Bukukan Laba Bersih sebesar Rp588,29 miliar
Bangunan dan strata title menjadi kontribusi terbesar 79,04% terhadap konsolidasi pendapatan usaha Perseroan. Segmen ini selama enam bulan pertama, mencatat pendapatan Rp2,57 triliun, tumbuh signifikan 47,22% dibanding kuartal II 2020 yakni sebesar Rp1,75 triliun.
Selain itu, untuk segmen konstruksi pada tahun 2020 belum berkontribusi terhadap pendapatan konsolidasian BSDE. Pada semester I-2021, segmen konstruksi berkontribusi sebesar Rp151,47 miliar. Terutama berasal dari dimulainya pekerjaan konstruksi jalan tol oleh entitas anak. Proyek tol menjadi investasi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring revenue).
Proyek baru di IKN
Head of Investor Relations PT Bumi Serpong Damai Tbk, Christie Grassela, mengatakan perseroan juga berencana akan membangun pusat hunian di wilayah ibu kota baru yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Pembangunan hunian tersebut menjadi strategi jangka panjang Perseroan.
Baca Juga: Alokasi Dana untuk Modal, BSDE Tak Bagikan Dividen
“Kami sudah bersiap-siap mengikuti rencana pemerintah pusat memindahkan ibu kota ke luar pusat pulau Jawa dengan mengamankan hampir 500 hektar di Kalimantan Timur, Balikpapan, dan Samarinda,” ujar Christie dalam Public Expose di Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/9).
Namun untuk konsentrasi utama Perseroan dalam jangka lima tahun ke depan masih berada di Jabodetabek dan fokus mengembangkan proyek-proyek di area BSD City, Grand Wisata, dan Kota Wisata.