Jakarta, Properti Indonesia – Lembaga konsultasi properti Colliers International Indonesia, memprediksi industri perhotelan di masa pandemi masih cukup menantang. Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto dalam paparannya belum lama ini mengatakan, langkah pemerintah saat ini untuk menekan penyebaran Covid-19 cukup mempengaruhi mobilitas dan berdampak pada tingkat hunian hotel.
“Larangan mudik Lebaran ternyata belum mampu mengangkat tingkat keterisian secara bulanan, namun cukup membantu mengangkat tingkat keterisian sesaat pada saat libur Lebaran. Selain itu, kebijakan WFH memberikan kesempatan orang untuk melakukan perjalanan sebelum diberlakukan larangan mudik,” ujar Ferry dalam keterangannya yang dikutip Properti Indonesia, Senin (12/7).
Dalam laporan Colliers Indonesia, tingkat hunian hotel di Jakarta rata-rata tercatat di atas 40 persen. Meski demikian, Colliers memproyeksikan pada kuartal II tahun ini tingkat okupansi tersebut akan menurun ke 40 persen.
Sementara itu, untuk sektor perhotelan di Bali menurut Ferry saat ini okupansinya bergantung pada wisatawan domestik. Namun tingkat keterisian hotel di Bali mulai membaik sekitar 18% dari bulan Mei lalu dan lebih baik daripada periode yang sama tahun 2020 yakni di bawah 10%.
Beberapa hotel di Bali telah difasilitasi hybrid meeting atau konsep pertemuan secara daring atau luring, diberikan kepada perhotelan yang belum kembali ke kondisi normal karena belum dibukanya kembali wisatawan asing ke wilayah Bali.
Sementara hotel di Surabaya dari segi okupansi pada bulan April 2021 mencapai 42% atau naik 29,8% dibandingkan April 2020. Kemudian pada Mei 2021 menurun menjadi 38,4% namun meningkat 24,2% dari Mei 2020.
Colliers juga berharap dengan berakhirnya PPKM darurat yang dilakukan pemerintah saat ini akan membantu menaikkan okupansi pada sektor hotel di kuartal II 2021.
Adapun yang bisa dilakukan pengelola hotel saat ini yakni dengan mengoptimalkan promosi terlebih untuk tamu longstay, kemudian mengoptimalisasi divisi lainnya untuk memperoleh revenue, seperti catering menu special dari hotel tersebut.