Jakarta, Properti Indonesia – Perusahaan ritel furnitur terbesar di dunia, IKEA, dikabarkan akan menaikkan harga rata-rata barang sebesar 9 persen guna menghadapi peningkatan biaya transportasi dan bahan baku.
Dilansir dari laman Straits Times, Jumat (31/12), sebelumnya IKEA telah menjalankan sejumlah strategi diantaranya menyewa lebih banyak kapal, membeli kontainer dan merutekan ulang barang antar gudang untuk mengurangi gangguan rantai pasokan. Laporan tersebut bahkan mengatakan jika mereka sekarang harus membebankan biaya kepada pelanggan, karena diperkirakan turbulensi akan terus berlanjut.
Ingka Group, pemegang waralaba utama untuk pemilik merek Inter IKEA mengatakan, harga akan meningkat rata-rata sekitar 9 persen di seluruh pasarnya, dengan variasi lokal mencerminkan tekanan inflasi yang berbeda termasuk komoditas dan masalah rantai pasokan.
“Untuk pertama kalinya sejak biaya yang lebih tinggi mulai mempengaruhi ekonomi global, kami harus memberikan sebagian dari peningkatan biaya tersebut kepada pelanggan kami,” ujar manajer operasi ritel, Tolga Oncu.
Sebelumnya dilaporkan, IKEA menghadapi kendala transportasi dan bahan baku yang signifikan menaikkan biaya, tanpa jeda yang diantisipasi di masa mendatang. Bahkan gangguan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.
Ingka Group juga telah melihat permintaan yang kuat selama masa pandemi karena orang-orang lebih banyak tinggal di rumah. Ingka Group sendiri merupakan pemegang waralaba utama untuk pemilik merek Inter IKEA dengan 392 toko termasuk toko kota dan 73 format toko yang lebih kecil.