Jakarta, Properti Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa penyaluran kredit baru diperkirakan melambat pada Januari 2022. Dalam hasil survei kepada perbankan menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Desember 2021 sebesar 64,9 persen atau lebih rendah dari SBT 81,7 persen pada bulan sebelumnya.
“Berdasarkan kelompok bank, perlambatan pertumbuhan kredit baru pada Desember 2021 terindikasi terjadi pada kategori bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD),” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Desember 2021, Selasa (18/1).
Hasil survei permintaan pembiayaan rumah tangga pada Desember 2021 mengindikasikan penambahan pembiayaan melalui utang atau kredit oleh rumah tangga masih terbatas. Ditinjau dari jenis pembiayaan, Kredit Multi Guna (KMG) merupakan jenis produk yang paling banyak diajukan oleh responden rumah tangga pada Desember 2021 dengan pangsa sebesar 48,7 persen dari total pengajuan pembiayaan baru, diikuti oleh Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan kredit peralatan rumah tangga masing-masing sebesar 19,1% dan 12,9%.
Sementara untuk permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) beserta kredit peralatan rumah tangga dan kartu kredit terpantau menurun. Selain itu, pengajuan jenis pembiayaan KPR juga diperkirakan sedikit melambat di masa mendatang.
“Berdasarkan jenis penggunaan, kebijakan penyaluran kredit yang lebih ketat pada triwulan IV 2021 diperkirakan terjadi pada Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja, sementara untuk jenis KPR dan kredit konsumsi lainnya terpantau lebih longgar,” jelasnya.