Jakarta, Properti Indonesia – Emiten PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat kerugian sebesar Rp12,12 miliar per Maret 2021, berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/11). Capaian tersebut menurun dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp99,30 miliar.
Pendapatan bersih perusahaan menurun sebanyak 21,31% dari Rp221,40 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp174,23 miliar pada kuartal I 2021. Adapun kontribusi tertinggi perusahaan berasal dari pendapatan sewa dan pengelolaan kantor sebesar Rp106,03 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari Maret 2020 sebesar Rp94,48 miliar.
Kemudian di segmen hotel, makanan dan minuman menurun menjadi Rp31,89 miliar dari sebelumnya sebesar Rp51,65 miliar. Pendapatan penjualan tanah, rumah dan apartemen menurun dari Rp31,49 miliar menjadi Rp23,34 miliar. Penyewaan ruangan, lapangan dan iuran keanggotaan menurun dari Rp23,64 miliar menjadi Rp10,13 miliar.
Serta pendapatan dari taman hiburan menurun dari Rp20,15 miliar menjadi Rp2,83 miliar. Selain itu, Bakrieland mengalami kerugian karena tidak mencatatkan laba atas divestasi saham entitas anak pada Maret 2020 lalu mencapai Rp23,40 miliar.
Sebelumnya, perseroan dihentikan sementara perdagangannya pada 31 Agustus 2020. Namun, karena perseroan telah melakukan pemenuhan atas kewajiban penyampaian laporan keuangan di periode 31 Desember 2020 dan 31 Maret 2021, BEI memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan perseroan.
“Bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, mulai sesi I perdagangan hari Selasa, 23 November 2021,” tulis keterangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (23/11).