Jakarta, Properti Indonesia – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun rumah susun (rusun) sebagai tempat tinggal sementara bagi masyarakat tidak mampu dengan kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), seperti pemulung, gelandangan, pengemis, manusia gerobak, dan lanjut usia terlantar.
Rusun ini nantinya akan dikembangkan bersama Kementerian PUPR dengan Kementerian Sosial terkait pemberdayaan masyarakat serta akan dilayani oleh Balai Rehabilitasi Sosial.
“Diharapkan nantinya rusun dapat menjadi tempat untuk memberdayakan masyarakat tidak berpenghasilan dari tempat lain serta dapat mengurangi kekumuhan di lokasi sekitar,” ujar Menteri Basuki, dilansir dari situs PUPR, Selasa (9/2).
Adapun, lokasi pembangunan rusun nantinya berada di Kompleks Panti Asuhan Bambu Apus, Cipayung Jakarta Timur seluas 1.932 m2 dan Kompleks Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur seluas 3.880 m2. Rencananya pembangunan akan dimulai pada pertengahan Februari 2021 mendatang.
Kedua rusun ini nantinya setinggi 5 lantai mencakup 108 unit dengan tipe 24, yang dapat menampung 428 orang. Area rusun juga akan difasilitasi tempat parkir, jaringan air bersih, sanitasi, dan listrik.
Setiap kamar dilengkapi dengan meubelair seperti 212 unit tempat tidur susun, 4 unit tempat tidur tunggal, 212 unit lemari 2 pintu, 4 unit lemari 1 pintu, 428 unit meja, dan 428 unit kursi.
Pada lantai dasar rusun nantinya digunakan sebagai ruang pengelola, ruang serbaguna, dan ruang difable untuk kapasitas 4 orang. Kemudian 18 unit standar berkapasitas 72 orang. Sementara di lantai dua hingga lantai lima digunakan untuk ruang hunian. Setiap lantainya berjumlah 22 unit standar berkapasitas 88 orang. Pembangunan kedua rusun memakan biaya senilai Rp86,6 miliar dan rencana selesai konstruksi pada November tahun ini.