Jakarta, Properti Indonesia - Emiten PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) membukukan pendapatan sebesar Rp592,7 miliar sepanjang tahun 2022. Pendapatan tersebut tumbuh 5,1 persen secara tahunan (year on year/YoY), dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp563,7 miliar.
Bayu Purwana, Corporate Secretary ADCP dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/3), memyampaikan laba bersih ADCP tercatat sebesar Rp105,0 miliar dengan berhasil mempertahankan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 25,9 persen.
Meskipun jumlah laba bersih ADCP turun 19,44 persen dibanding tahun 2021 sebesar Rp130,36 miliar. Penurunan ini diakibatkan oleh kenaikan beban usaha ADCP.
Kemudian untuk Cash Flow Operasi atau arus kas operasi ADCP di tahun 2022 mencapai Rp122,1 miliar. Sementara arus kas operasi di tahun 2021 tercatat sebesar Rp137,02 miliar.
Selanjutnya, jumlah aset ADCP di tahun 2022 tercatat sebanyak Rp6,32 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp5,97 triliun. Jumlah liabilitas di tahun 2022 sebesar Rp3,86 triliun, turun tipis dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp3,87 triliun.
Recurring business atau pendapatan berulang perseroan juga memberikan kontribusi pendapatan sebesar 16,8 persen pada 2022, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebesar 11,8 persen.
Adapun kontribusi recurring business terbesar bersumber dari pengelolaan Hotel GranDhika yang berada di tiga lokasi, yaitu Jakarta, Semarang, dan Medan.
"Perseroan optimis mengingat LRT Jabodebek yang akan segera beroperasi di tahun 2023 ini diharapkan akan menjadi momentum yang dapat mendorong penjualan ADCP, khususnya untuk properti berbasis Transit Oriented Development (TOD)," jelas Bayu.