Jakarta, Properti Indonesia - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba bersih Rp44,98 miliar sepanjang kuartal I 2023. Perolehan laba bersih ini meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat kerugian sebesar Rp37,03 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Senin (22/5), pendapatan usaha tercatat meningkat 70,89 persen dari Rp152,34 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp260,34 miliar di kuartal I 2023. Pendapatan ini dikontribusi dari pendapatan segmen hotel dan restoran sebesar Rp19,51 miliar dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp57,63 miliar. PJAA juga mencatatkan potongan penjualan sebesar Rp2,21 miliar.
Kemudian beban pokok pendapatan PJAA tercatat sebesar Rp6,50 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,37 miliar. Beban langsung naik menjadi Rp110,84 miliar, beban penjualan tercatat sebesar Rp3,37 miliar, serta beban umum dan administrasi PJAA tercatat sebesar Rp53,87 miliar.
Selanjutnya, total nilai aset per Maret 2023 tercatat sebesar Rp4,01 triliun, naik 3,06 persen dari periode akhir Desember 2022 sebesar Rp3,89 triliun. Liabilitas PJAA tercatat sebesar Rp2,40 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,60 triliun.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto mengatakan bahwa jumlah pengunjung Ancol pada kuartal ini tercatat meningkat 121 persen dari 3,52 juta orang menjadi 7,8 juta orang di akhir 2022. Hal ini dikarenakan adanya revitalisasi area Pantai Timur Ancol yaitu Symphony of The Sea, pembukaan Water Dancing Fountain, rebranding logo baru Ancol Taman Impian pada Juli 2022, dan pembukaan Jakarta Bird Land pada November 2022.
"Di bisnis rekreasi, berbagai program khusus akan dijalankan di tahun ini untuk menarik kunjungan ke Ancol seperti program tiket gratis setiap bulan, konser musik skala besar serta pertunjukkan bertema di semua unit-unit rekreasi," ujar Winarto dalam keterangan resminya.
Pada tahun ini, PJAA menargetkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 20 persen atau sekitar 9 juta orang dan peningkatan pendapatan usaha sebesar 15 persen atau Rp1,1 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan berfokus pada pengembangan sektor rekreasi dan mulai mengembangkan sektor properti.