Bogor, Properti Indonesia – Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyatakan aset tanah seluas 300 hektar di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor sebagai aset kredit yang menjadi kekayaan negara yang diserahkan oleh obligor BLBI, Agus Anwar.
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/3), PT Sentul City Tbk (BKSL) membenarkan adanya aktivitas perusahaan di sekitar lokasi yang tercantum dalam surat Satgas BLBI Nomor S-149/KSB/2022 tanggal 25 Februari 2022. Namun, belum mengetahui apakah aset tanah 300 hektar yang dimaksud BLBI bagian dari Sentul City.
Sentul City saat ini sedang melaksanakan pematangan lahan yang di dalamnya termasuk pemanfaatan, penataan dan penguasaan atas aset-aset perseroan yang berlokasi di Desa Bojong Koneng dan Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, berdasarkan SHGB yang masih dimiliki dan masih berlaku.
Adapun perseroan tidak mengetahui mengenai tanah yang dimaksud Satgas BLBI karena posisi tanah seluas 300 hektar oleh Satgas BLBI tidak diinformasikan secara detail kepada perseroan, dan tidak mengenal sosok obligor Agus Anwar.
“Status kepemilikan tanah 300 hektar yang dimaksud Satgas BLBI kami tidak mengetahui, tetapi jika ada jelas bidang tanah yang diperkirakan overlaping dengan tanah perseroan, kami pastikan kami memiliki data dan alas hak yang jelas dipertanggungjawabkan,” tulis Sentul City di keterbukaan informasi, Senin (14/3).
Kemudian pertanyaan bursa untuk mengetahui apakah aset tersebut diakui di laporan keuangan Sentul City, serta nilai aset dan presentase terhadap total aset perusahaan, perseroan menyatakan tidak mengetahuinya. “Tidak tahu karena posisi tanah yang dimaksud oleh Satgas BLBI kami tidak mengetahui,” imbuh Sentul City.
Perseroan juga menjelaskan akan berusaha hadir memenuhi undangan Satgas BLBI dalam berbagai kesempatan pembahasan terkait masalah tersebut dan mendorong agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, perseroan menambahkan hingga saat ini tidak terdampak atas permasalahan tersebut terhadap operasional dan kelangsungan usaha.