Jakarta, Properti Indonesia - Firma arsitektur asal New York, Carlo Ratti Associati rencananya akan membangun gedung pencakar langit setinggi 218 meter di Shenzhen, China dengan nama Jian Mu Tower. Yang menjadi istimewa, gedung tersebut dijuluki sebagai the world's first farmscraper. Jian Mu Tower terdiri dari 51 lantai, dimana10.000 meter persegi ruangan diantaranya akan difungsikan untuk budidaya tanaman, dan pertanian hidroponik vertikal.
Dilansir dari Dezeen, Jumat (27/8), metode pertanian hidroponik yang diciptakan tersebut merupakan salah satu solusi hemat ruang untuk pertanian dan tanamam dapat karena dapat diatur dalam formasi vertikal.
Gedung ini nantinya diperkirakan menghasilkan 270 ton makanan per tahun, atau diproyeksi dapat memberi makan sekitar 40 ribu orang. Hal ini akan menciptakan rantai pasokan makanan yang dapat mengelola budidaya pertanian, panen, penjualan, dan konsumsi dalam satu gedung.
Pertanian vertikal di gedung ini rencananya juga dapat menanam berbagai sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah. Hasil pertanian tersebut akan dijual dan dapat dikonsumsi di lokasi yang sama sehingga dapat menghemat energi dalam distribusi makanan.
Gedung dirancang dengan konstruksi baja, dengan rangka yang menghubungkan pelat lantai beton dengan intinya. Kemudian untuk perkantoran, supermarket, dan food court di dalam menara akan menempati 90.000 meter persegi yang tersebar di 51 lantai.
Adapun, ruang kantor bersebelahan dengan teras lanskap yang tinggi dua kali lipat dan menyelimuti bagian luar bangunan serta menampilkan berbagai tumbuhan seperti bunga lili, pakis, dan tanaman leci.
Penghijauan di seluruh fasad akan mengurangi suhu panas matahari di interior dan mengurangi penggunaan AC. Hal ini karena iklim lembab di Shenzhen dinilai dapat membantu mengairi tanaman.