Jakarta, Properti Indonesia – Emiten konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dikabarkan menunda jadwal penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada dua anak usahanya, yaitu PT Waskita Karya Realty (WTR) dan PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI).
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengatakan penundaan IPO kedua anak perusahaan Waskita Karya disebabkan oleh kondisi pandemi Covid-19.
“IPO WKI dan WKR sepertinya harus ditunda karena Covid-19 kemarin, kami belum bisa menyiapkan untuk itu,” ujar Destiawan dalam keterangannya, Senin (20/9).
Namun Destiawan memastikan dua anak perusahaan akan menjalankan IPO. Dirinya juga telah menyiapkan rencana bisnis untuk tahun ini hingga 2022 kepada WKR dan WKI, sehingga dapat melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2023 mendatang.
WKR sendiri merupakan perusahaan infrastruktur yang melakukan investasi dan mengoperasikan infrastruktur dan fasilitas di sektor-sektor utama seperti properti, transportasi, pertambangan, dan lain-lain. Sementara WKI merupakan perusahaan yang bergerak di pengembangan properti, seperti hunian, perkantoran, hotel, hingga kawasan mixed use.
Selain itu, anak usaha Waskita yang telah IPO di BEI yakni PT Waskita Beton Precast (WSBP), yang telah mencatatkan sahamnya sejak 20 September 2016 dengan harga pelaksanaan Rp490.
21 Bank dukung restrukturisasi Utang
Selain menunda IPO anak usahanya, Perseroan juga dikabarkan telah berhasil bernegosiasi dengan 21 bank dan mendapatkan dukungan penuh pada proses restrukturisasi utang Perseroan Induk dengan total fasilitas kredit sebesar Rp29,2 triliun atau 100% dari total utang yang direstrukturisasi.
Dilansir dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (20/9), 21 bank tersebut mendukung penuh proses restrukturisasi utang Perseroan Induk dengan memberikan perpanjangan masa kredit hingga 5 tahun ke depan dan tingkat bunga yang lebih kompetitif.
Destiawan mengatakan proses restrukturisasi tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis Perseroan yang tertuang dalam 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita.
“Transformasi ini merupakan komitmen Perseroan utuk menjamin going concern Perseroan dan mengelola pondasi keuangan yang kuat serta implementasi prinsip tata kelola yang baik pada seluruh elemen Perseroan,” imbuhnya.