Jakarta, Properti Indonesia – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat PT Wika Realty (WKTY) dan medium term notes (MTN) yang diterbitkan pada level idBBB- (Triple B Minus) dan prospek rating perusahaan menjadi ‘stabil’. Pefindo menegaskan peringkat WKTY dan MTN IX/2019 di level idBBB-.
“Kami merevisi prospek peringkat perusahaan menjadi ‘stabil’ setelah penerbitan jaminan dari PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) atas Obligasi Konversi I/2019 WKTY yang kami pandang menurunkan risiko pembiayaan kembali untuk utang WKTY yang akan jatuh tempo pada tahun 2022,” ujar analis Pefindo, Qorri Aina dalam siaran pers Pefindo, dikutip Rabu (15/12),
Pefindo juga melihat bahwa jaminan perusahaan, suntikan modal dan utang pemegang saham yang diberikan oleh WIKA pada tahun 2021 semakin memperkuat komitmennya untuk mendukung Wika Realty jika terjadi kesulitan keuangan.
Lanjut Qorri, obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan memadai dibandingkan obligor lain dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Namun, kondisi ekonomi yang merugikan dapat menyebabkan melemahnya kapasitas obligor untuk memenuhi komitmen keuangannya.
Kemudian untuk tanda minus ( - ) yang mengikuti rating Wika Realty menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan berada di bawah rata-rata kategori level BBB. Peringkat perusahaan mencermikan kepentingan strategis Wika Realty bagi induk perusahaan dan kualitas aset yang moderat dan lokasi properti yang relatif terdiversifikasi.
Peringkat Wika Realty dibatasi oleh profil keuangan yang lemah, marjin yang lebih rendah di tengah pendapatan yang lebih rendah dan biaya tetap signifikan, serta sensitivitas terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
“Kami dapat menurunkan peringkat jika ada risiko pembiayaan kembali yang lebih tinggi dari utang jatuh tempo atau adanya tekanan likuiditas,” imbuh Qorri.
Peringkat perseroan juga bisa diturunkan apabila terdapat indikasi penurunan dukungan dari induk secara signifikan. Pefindo memandang bisnis hotel baru dari holding hotel berpotensi meningkatkan pendapatan berulang Wika Realty dalam jangka menengah.
Pefindo juga mencatat adanya risiko tingkat okupansi hunian yang rendah, sehingga akan mengakibatkan marjin keuntungan dan membebani profil peringkat Wika Ralty, terutama selama pandemi Covid-19 dengan penerapan pembatasan sosial.
Saat ini Wika Realty memiliki 21 hotel yang diperoleh melalui investasi saham dan pembelian aset. Pada 30 September 2021, pemegang saham dari WKTY adalah WIKA (67%), Hotel Indonesia Nature (26,1%), Koperasi Karya Mitra Satya (4,0%), PT Aerowisata (2,4%), dan Yayasan Wijaya Karya (0,1%).