Jakarta, Properti Indonesia – Knight Frank Asia dalam laporan terbarunya bertajuk Pacific Prime Office Rental Index kuartal IV 2021, mencatat pertumbuhan sewa kantor sebesar 0,3 persen secara kuartal ke kuartal (QoQ) sekaligus tercatat sebagai kenaikan pertama sejak kuartal III 2019. Meski begitu, secara tahunan, indeks keseluruhan masih mengalami penurunan sebesar 1,8 persen year on year (YoY), dibanding kuartal III 2021.
“Kami memperkirakan tren yang sedang berlangsung dari tahun lalu akan membentuk pasar perkantoran pada tahun 2022. Kunci pertumbuhan tersebut salah satunya dengan meningkatkan kualitas,” tulis Knight Frank Asia, dilansir dari laporan Pacific Prime Office Rental Index, Kamis (20/1).
Knight Frank mencatat, pada kuartal IV 2021 Beijing dan Shanghai mengalami pertumbuhan sewa masing-masing 0,6 persen dan 1,5 persen. Untuk Beijing, hal ini kebalikan dari penurunan sewa triwulanan yang berkelanjutan sejak kuartal III 2018. Penyerapan bersih stok utama di kota rata-rata 222.353 meter persegi setiap kuartal atau melampaui rata-rata pasokan baru sekitar 137.502 meter persegi.
Sementara sewa kantor di Kuala Lumpur, Malaysia mengalami tekanan selama beberapa kuartal terakhir karena pasokan yang berlebih. Pada tahun 2021, sekitar 220.000 meter persegi ruang kantor ditambahkan ke stok kumulatif yang ada dengan penyerapan bersih stok baru sekitar 40 persen dan pada kuartal IV 2021 penyewaan turun 3,0 persen.
Adapun, untuk pasar perkantoran di Singapura juga tumbuh di kuartal IV 2021 dan diprediksi akan meningkat kembali di tahun ini.