Sempat Babak Belur di Awal Pandemi, Sektor Properti Surabaya Kini Mulai On Fire!

Sempat Babak Belur di Awal Pandemi, Sektor Properti Surabaya Kini Mulai On Fire!
Salah satu rumah di Citraland Surabaya (dok Citraland Surabaya)

Surabaya, Properti Indonesia -  Pandemi Covid-19 yang mulai menyebar secara massif pada awal 2020 lalu tidak saja menghantam sektor properti di kawasan Jabodetabek namun juga berbagai kota besar di Indonesia, salah satunya Surabaya. Penurunan yang terjadi bahkan merosot hingga lebih 30% dan membuat banyak developer memilih menunda meluncurkan proyek baru. 

“Pada semester pertama tahun 2020 bisnis properti di Surabaya babak belur akibat dampak Covid-19. Namun, seiring berjalannya waktu kondisi ini perlahan mulai membaik,” ujar Lauw Hendra, Associate Director Ciputra Group saat berbincang dengan Properti Indonesia, Kamis (15/4) lalu.

Dirinya menuturkan, meningkatnya pembatalan yang dilakukan oleh konsumen pada masa pandemi cukup menggerus penjualan sejumlah developer termasuk untuk proyek CitraLand Surabaya dan CitraLand Utara, lansiran Ciputra Group di wilayah Surabaya. “Untuk proyek CitraLand Surabaya secara penjualan gross sebenarnya masih cukup baik. Namun, begitu masuk pandemi akhirnya banyak yang memilih melakukan pembatalan, inilah yang akhirnya menggerus penjualan,” tuturnya.

Hendra menyebutkan, memasuki tahun 2021 kondisi yang dirasakan sudah sangat baik. Bahkan untuk proyek CitraLand Utara hingga Maret 2021 lalu pencapaian yang dihasilkan sudah melampaui target setahun. Hasil positif ini salah satunya dampak dari kebijakan relaksasi Pemerintah mulai dari kemudahan DP, bunga bank hingga bebas PPN.

“Pencapaian tiga bulan terakhir sangat luar biasa, bahkan bisa mencapai 120% dari target setahun. Memang kalau dilihat sepintas, kebijakan bebas PPN sangat ampuh untuk penjualan rumah ready stok, namun setelah kita melihat, ternyata dampaknya cukup luas karena turut menggairahkan bisnis properti secara umum, sekalipun tidak punya rumah ready stock seperti di CitraLand tapi penjualannya tetap bagus,” jelas Hendra.

Dominasi konsumen investor

Hendra mengatakan, konsumen terbesar di CitraLand Surabaya saat ini didominasi oleh investor yang mencapai 70%. “Untuk wilayah Surabaya saat ini harga tanahnya relatif lebih tinggi dari wilayah Utara dan produk favoritnya adalah tipe-tipe besar yang didominasi konsumen investor,” ungkapnya.

Diakui Hendra, melihat pertumbuhan yang cukup baik pada kuartal pertama 2021 tersebut, membuat pihaknya kembali berencana untuk meluncurkan produk baru pada semester kedua tahun ini. “Untuk CitraLand Utara kita tetap fokusnya compact house karena market Surabaya arahnya ke sana, namun kalau selatan yang dulunya rumah berukuran besar, maka kali ini akan semakin compact meski secara size, masih tetap lebih besar dibandingkan dengan utara. Intinya kita tetap fokus pada produk residensial,” papar Hendra.

 

Tags
#hunian #rumah #trend desain #Infrastruktur #Township #Pengembang #Developer #Ciputra #Surabaya #citraland #Ciputra Group