Sektor Perkantoran dan Lahan Industri Dorong Naiknya Harga Properti Komersial

Sektor Perkantoran dan Lahan Industri Dorong Naiknya Harga Properti Komersial
Perkantoran SBD Mega Kuningan (Foto: Mita DS (Properti Indonesia))

Jakarta, Properti Indonesia – Permintaan properti komersial sepanjang kuartal IV 2021 mengalami peningkatan. Berdasarkan survei Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) Bank Indonesia, Indeks Permintaan Properti Komersial secara tahunan tumbuh sebesar 1,01 persen year on year (yoy). Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan 0,13 persen pada kuartal III 2021. 

 Peningkatan didorong oleh perbankan kategori jual khususnya di segmen perkantoran jual dan lahan industri di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek). Kategori sewa juga memperlihatkan tren meningkat, khususnya pada segmen perkantoran sewa, ritel sewa, dan hotel sebagai dampak dari adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah. Sehingga meningkatkan aktivitas working from office (WFO), traffic kunjungan di pusat perbelanjaan atau mal dan okupansi hotel semakin membaik.

“Peningkatan permintaan lahan industri disebabkan oleh adanya ekspansi tenant existing dari perusahaan manufaktur dan data center di wilaya Bodebek seiring dengan meningkatnya kondisi bisnis di sektor tersebut,” ungkap survei Bank Indonesia, dikutip Jumat (18/2).

Kemudian pasokan properti komersial pada kuartal IV 2021 meningkat 1,07 persen, dibandingkan pada kuartal sebelumnya sebesar 0,21 persen. Pada  kategori jual, penambahan pasokan terjadi pada segmen warehouse complex dan perkantoran strata di wilayah Jakarta. Sementara itu, pasokan untuk kategori sewa cenderung melambat disebabkan oleh segmen apartemen yang belum pulih dan beroperasi penuh sebagaimana kondisi sebelum Covid-19.

“Sedangkan untuk perkantoran sewa meningkat di kawasan CBD dan Non CBD Jakarta, yang sebelumnya rata-rata tingkat hunian kurang dari 60 persen. Kenaikan okupansi pada perkantoran sewa disumbang oleh perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce, asuransi, konsultan, dan BUMN,” lanjut keterangan dalam survei.

Dari sisi harga, pada kuartal ini properti komersial cenderung membaik namun masih dalam level yang terbatas. Hal tersebut tercermin dari indeks Harga Properti Komersial yang tercatat tumbuh sebesar 0,60 persen, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 0,35 persen. Berdasarkan segmen, harga pada kategori jual tercatat meningkat pada segmen perkantoran, lahan industri, dan warehouse complex. Sedangkan pada kategori sewa, perbaikan harga berasal dari kenaikan harga hotel dan perkantoran sewa sejalan dengan membaiknya permintaan karena penurunan level PPKM.

Tags
#Perkantoran #Berita Properti #bank indonesia #properti #lahan industri