Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 km yang merupakan bagian dari koridor penghubung jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Saat ini progres konstruksi ruas tol telah mencapai 75 persen sementara progres untuk rencana Gate to Gate (Exit Tol Desa Sungai Pinang – Exit Tol Bangkinang) sudah mencapai 92 persen.
Dilansir dari laman bpjt.pu.go.id, Senin (1/11), Sekretaris BPJT Triono Junoasmono mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan konstruksi agar dapat beroperasi pada akhir tahun ini. “Kita sedang upayakan akhir tahun ini Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang dapat beroperasi,” ujar Triono.
Jalan tol Pekanbaru-Bangkinang merupakan bagian dari ruas tol Pekanbaru-Padang yang membentang sepanjang 254 km sehingga dapat menghubungkan Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat untuk meningkatkan kelancaran logistik dan mengurangi waktu tempuh perjalanan antar wilayah.
Jalan tol Pekanbaru-Bangkinang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) ini akan menjadi tol kedua di Bumi Lancang Kuning yang dioperasikan setelah Jalan Tol Pekanbaru – Dumai yang telah beroperasi sejak tahun 2020.
Janlan tol Pekanbaru-Bangkinang menerapkan teknologi Building Information Modelling (BIM) dari tahap perencanaan hingga tahap konstruksi dan merupakan tol pertama yang menerapkan teknologi ini.
Penerapan teknologi BIM ini juga dapat digunakan dalam memperhitungkan segi volume pekerjaan, biaya, maupun jadwal pelaksanaan agar dapat rampung tepat waktu sehingga semakin lebih efisien.