Jakarta, Properti Indonesia – PT PP Properti (PPRO) Tbk akan menerbitkan surat utang atau Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap IV senilai Rp1,1 triliun pada awal tahun 2022. Obligasi tersebut ditawarkan dalam dua seri dengan kupon masing-masing sebesar 9,6 persen dan 10,6 persen.
Berdasarkan keterangan prospektus di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/12), obligasi yang akan diterbitkan perseroan merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II PP Properti sebesar Rp2,4 triliun.
Sebelumnya perseroan juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I sebesar Rp416,46 miliar, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II sebesar Rp300 miliar, dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Rp341 miliar.
“Jumlah pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp320 miliar dijamin dengan kesanggupan penuh dan terdiri dari dua seri,” sebagaimana tertulis dalam prospektus PPRO di BEI, Senin (20/12).
Kemudian sisa dari jumlah pokok Obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp780 miiar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah best effort tersebut tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasi.
Adapun pada Obligasi Seri A ditawarkan nilai pokok sebesar Rp157 miliar dengan kupon 9,6 persen, dengan tenor 24 bulan atau hingga 21 Januari 2023. Sementara Obligasi Seri B ditawarkan nilai pokok sebesar Rp163 miliar dengan kupon 10,6 persen, dengan tenor yang ditawarkan mencapai 48 bulan atau hingga 11 Januari 2025.
Selanjutnya, pembayaran kupon Obligasi Seri A akan dilakukan setiap 6 bulan sekali, sementara kupon Obligasi Seri B dilakukan tiga bulan sekali. Pembayaran kupon kedua seri tersebut akan dimulai pada 11 April 2022. Dana segar yang didapat perseroan dari Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV akan digunakan sebagai pembayaran utang pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II sebesar Rp300 miliar, dan dana segar lainnya akan digunakan sebagai modal kerja untuk biaya konstruksi penyelesaian proyek.
Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga telah memberikan peringkat –BBB pada Obligasi ini. Liabilitas perseroan meningkat 7,41 persen seacara tahunan hingga kuartal III 2021 menjadi Rp15,08 triliun dari sebelumnya Rp14,04 triliun. Sementara nilai ekuitas menurun 0,48 persen menjadi Rp4,52 triliun. Pendapatan usaha juga menurun 33,72 persen dari Januari-September 2021 menjadi Rp847,76 miliar sementara target perseroan yakni Rp1,27 triliun. Laba bersih juga menurun 84,06 persen menjadi Rp13,24 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp82,93 miliar.