Jakarta, Properti Indonesia - Laporan Pinhome Indonesia Residential Market Report 2023 & Outlook 2024, menyebutkan permintaan rumah baru di Kabupaten Bogor terus meningkat. Hal ini seiring dengan pembangunan infrastruktur yang signifikan seperti pembangunan jalan Tol Serpong-Bogor lewat Parung.
CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata mengungkapkan, berdasarkan analisis data penggunaan platform Pinhome sepanjang tahun 2023,
program bebas PPN properti dan pembangunan infrastruktur mendorong pertumbuhan inventori dan permintaan rumah baru.
Pada akhir 2023, penambahan inventori baru pada proyek perumahan naik hingga dua kali lipat. Dengan permintaan rumah baru yang naik hingga 27 persen.
"Kota Depok dan Kabupaten Bogor menjadi kawasan dengan pertumbuhan hunian terbesar. Hunian di Depok rata-rata bertumbuh 2,5 kali setahun belakangan, dan Kabupaten Bogor diprediksi menjadi sentra pertumbuhan hunian di tahun 2024," ujar Dayu dalam keterangannya yang dikutip Senin (18/3).
Lonjakan permintaan rumah baru di Kabupaten Bogor, yang mencapai 72% di kuartal III 2023 dipicu oleh pembangunan infrastruktur signifikan seperti pembangunan jalan tol Serpong Bogor via Parung.
Selain Bogor, regional Jabodetabek juga mencatat lonjakan permintaan signifikan pasca pengumuman program PPN gratis, dimana Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang mengalami pertumbuhan permintaan sebesar 84 persen dan 41 persen secara kuartalan di kuartal terakhir.
Infrastruktur yang sudah mumpuni di wilayah Tangerang Raya terus mendorong permintaan baik untuk rumah baru maupun seken. Ditambah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana untuk merampungkan pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja, yang saat ini masih dalam tahap seksi 1A, diteruskan ke seksi 1B, 2, dan 3 hingga Balaraja pada tahun 2024.
"Meskipun tidak tercakup dalam program bebas PPN, Bogor dan Tangerang Raya tetap mengalami kenaikan permintaan dua kali lipat pada kuartal akhir 2023, menandakan bahwa properti mewah di lokasi strategis tetap diminati, terlepas dari insentif fiskal," imbuh Dayu.
Sementara itu, permintaan rumah seken juga menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang 2023, dengan pengecualian pada bulan-bulan libur panjang nasional. DKI Jakarta dan Bandung serta kota-kota penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan tetap menjadi pilihan utama bagi pembeli rumah seken.