Jakarta, Properti Indonesia - Perusahaan startup pada sektor teknologi Indonesia memperoleh total pendanaan sebesar $91,7 juta dollar pada kuartal pertama tahun 2024 atau turun sebesar 36 persen dari $143 juta dollar yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu (hingga 15 Maret 2023).
Platform layanan intelijen pasar berbasis perangkat lunak global - The global software as a service (SaaS) menyatakan bahwa pendanaan tersebut turun 79 persen dari $440 juta yang dikumpulkan pada kuartal keempat tahun 2023 (hingga 15 Desember 2023).
Menurut SaaS, investasi yang terkumpul mencapai $5,2 juta pada kuartal pertama tahun 2024 atau turun sebesar 99 persen dari $381 juta dollar yang dikumpulkan pada kuartal keempat tahun 2023. Dari perolehan di sektor teknologi Indonesia tersebut, aplikasi perusahaan teknologi real estat dan konstruksi atau FinTech tercatat sebagai sektor dengan kinerja terbaik pada kuartal pertama tahun 2024.
Perusahaan-perusahaan di segmen FinTech memperoleh total pendanaan sebesar $55 juta pada kuartal pertama tahun 2024 atau turun 87 persen dari $412 juta yang diperoleh pada kuartal keempat tahun 2023. Meski demikian, terjadi peningkatan sebesar 65 persen jika dibandingkan dengan $33,3 juta yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu.
Hingga saat ini, startup teknologi real estat dan konstruksi telah memperoleh pendanaan senilai $15 juta pada kuartal pertama tahun 2024. Begitupun, sektor ini belum menarik investasi apa pun dari periode kuartal keempat tahun 2023 dan kuartal pertama tahun 2023. “Pada kuartal I 2024 hingga saat ini baru terjadi dua kali akuisisi. Topindoku adalah satu-satunya perusahaan yang melakukan IPO pada kuartal ini,” sebut SaaS, seperti dikutip dari laman portal technode.global.
Di antara kota-kota di Indonesia, sejauh ini Jakarta menduduki peringkat teratas dalam hal pendanaan pada tahun 2024. Startup teknologi yang berkantor pusat di Jakarta mengumpulkan $85,7 juta pada kuartal pertama tahun 2024, diikuti oleh Yogyakarta ($3,5 juta) dan Bandung ($2,5 juta).
East Ventures, AC Ventures, Alpha JWC Ventures merupakan investor paling aktif di Indonesia. Sementara, Antler, BRI Ventures, dan 500 Global menjadi investor teratas dalam putaran tahap awal pada Q1 2024, sementara Peak XV Partners, Shunwei Capital, Openspace Ventures adalah investor paling aktif pada tahap awal.