Jakarta, Properti Indonesia – Pemerintah telah memberlakukan aturan uji coba tanpa karantina bagi wisatawan mancanegara di Bali sejak Senin (7/3). Hal tersebut sesuai dengan usulan Gubernur Bali Wayan Koster. Pemberlakuan kebijakan tanpa karantina bagi wisatawan mancanegara hanya berlaku melalui pintu masuk Bali, dengan perjalanan udara dan laut.
Menanggapi hal tersebut, Director of Hospitality Services Colliers Indonesia, Satria Wei, menyampaikan pemberlakuan uji coba tanpa karantina di Bali bagi wisatawan mancanegara merupakan salah satu batu loncatan yang positif.
“Respon dari calon-calon wisman sangat positif, meskipun kita tidak mungkin langsung mendapatkan tingkat kedatangan wisman yang sangat tinggi di masa uji coba ini. Namun, wisatawan mancanegara melihat ini sebagai salah satu opportunity bagi mereka untuk summer vacation 2022,” ujar Satria kepada Properti Indonesia, Selasa (8/3).
Lanjutnya, meskipun perang di Ukraina juga sedikit memengaruhi jumlah kunjungan wisman dari Rusia. Hal ini dikarenakan jatuhnya Rubel dan wisatawan dari Rusia untuk berwisata saat ini. Namun, Colliers melihat peluang dari negara lain yang dapat masuk ke Indonesia, terutama dari Australia dan negara-negara di Asia Tenggara.
“Hal ini akan memberikan dampak positif bagi Bali, terutama untuk area Kuta, Legian dan Seminyak yang sampai dengan hari ini sangat sepi,” imbuh Satria.
Dengan demikian okupansi hotel di Bali diprediksi mulai merangkak naik. Kemudian bagi pelaku industri pariwisata di Bali, saat ini sebagian telah mempersapkan diri untuk memastikan mereka siap untuk menerima kedatangan tamu-tamu wisatawan mancanegara. Termasuk secara fisik dengan adanya renovasi dan persiapan-persiapan lainnya.
“Semua fasilitas tetap memastikan safety & healthy compliance, mengingat akan pertimbangan prioritas wisatawan saat ini. Yang lebih penting lagi adalah perhatian kita kepada wisatawan domestik akan tetap menjadi prioritas seperti yang telah terjadi dalam dua tahun terakhir, dimana kontribusi wisatawan domestik cukup besar dan akan tetap besar di kemudian hari,” jelas Satria.
Terutama pada tahun ini, Bali akan menjadi tuan rumah beberapa event besar, salah satunya adalah Presidensi G20. G20 diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan asing untuk berlibur ke Bali. Sebelumnya, Colliers juga mencatat okupansi hotel di Bali mengalami peningkatan sekitar 20 persen pada Oktober 2021, sehubungan dengan dibukanya pintu masuk untuk internasional.
Selain itu, dalam laporan Colliers di kuartal IV 2021, terdapat tiga proyek hotel di Bali yang baru selesai pembangunannya. Diantaranya adalah Yello Hotel Kuta Beach (143 kamar), Holiday inn Bali Sanur (82 kamar), dan Andaz Bali Hotel (145 kamar).