Jakarta, Properti Indonesia – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,44 triliun dan laba bersih sebesar Rp715 miliar di tahun 2021. Berdasarkan laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/4), segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan perseroan sebesar Rp1,18 triliun atau sekitar 81,9 persen dari total pendapatan usaha.
Kemudian segmen hunian dan komersial ikut menyumbang masing-masing sebesar Rp125 miliar dan Rp117 miliar atau 8,7 persen dan 8,1 persen dari total pendapatan. Di samping itu, segmen hotel menyumbang Rp11 miliar atau 0,7 persen dari total pendapatan usaha, sedangkan segmen sewa menyumbang Rp8 miliar atau 0,5 persen.
“Penjualan lahan industri kepada pelanggan-pelanggan dari sektor otomotif dan turunannya, serta sektor data center, menjadi penopang utama pendapatan usaha di tahun 2021,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto.
Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp715 miliar dengan marjin laba bersih 49,6 persen. Melalui hasil tersebut, perseroan mencatat laba bersih per saham sebesar Rp14,83. Dari sisi fundamental, jumlah aset perseroan per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp6,11 triliun, lebih rendah Rp638 miliar atau 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak Rp6,75 triliun. Hal ini disebabkan penurunan kas dan setara kas sebesar Rp776 miliar.
Selain itu, posisi kas bersih perseroan per 31 Desember 2021 juga tercatat sebesar Rp599 miliar, menurun Rp776 miliar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,38 triliun. “Penurunan posisi kas bersih terutama disebabkan oleh pembagian dividen tunai yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2021 sejumlah Rp892 miliar,” jelas Tondy.
Adapun liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp763 miliar, lebih rendah Rp461 miliar atau 37,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,22 triliun. Hal ini disebabkan penurunan liabilitas kontrak perseroan, baik jangka pendek maupun jangka panjang sebesar Rp479 miliar dari Rp970 miliar per 31 Desember 2020 menjadi Rp491 miliar per 31 Desember 2021.