Jakarta, Properti Indonesia – Miliarder teknologi dan CEO Facebook dan Meta, Mark Zuckerberg kembali membeli lahan lebih dari 110 hektar di Pulau Kauai, Hawaii seharga US$ 17 juta atau sekitar Rp240 miliar. Dengan tambahan lahan baru tersebut, tanah yang dimiliki Zuckerberg di Pulau Kauai telah mencapai 1.500 hektar.
Dilansir dari Insider, Rabu (29/12), tanah yang dibeli Zuckerberg merupakan bendungan tua yang telah rusak sejak tahun 2006. Rusaknya bendungan tersebut menyebabkan banjir dan menewaskan tujuh orang. Bendungan tersebut belum diperbaiki, namun Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla chan, berkomitmen untuk mengoperasikannya sebagai lahan pertanian, peternakan, dan konservasi.
Pembelian bendungan tersebut merupakan yang kedua di tahun 2021. Pada bulan Maret, dirinya membayar US$ 53 juta untuk 600 hekta tanah di Kauai yang mencakup pantai umum dan peternakan sapi. Lahan tersebut menambah 750 hektar yang ia beli di dekatnya pada tahun 2014.
Meskipun kehadiran Zuckerberg di pulau tersebut sempat menjadi kontroversi bagi penduduk di sana. Banyak penduduk lokal yang melihat pembelian tanah Zuckerberg sebagai “monarki baru” yang dirasa gagal menghormati sejarah pulau tersebut. Kemudian pada tahun 2016 dirinya membangun tembok setinggi 6 kaki dan membuat marah penduduk. Meskipun tembok tersebut dibangun dengan tujuan mengurangi kebisingan jalan raya.
Kemudian pasangan tersebut memberikan dana sebesar US$ 4,2 juta untuk program pekerjaan bagi penduduk Kauai yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Serta memberikan US$ 4,85 juta dalam bentuk hibah perumahan.