Jakarta, Properti Indonesia - Permintaan lahan di kawasan industri dan pergudangan diprediksi akan menurun pada tahun 2024. Hal tersebut dikarenakan semakin terbatasnya pasokan lahan industri yang hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang.
"Keterbatasan pasokan lahan industri di area yang diminati mungkin menjadi tantangan bagi pengembang untuk menemukan lokasi yang sesuai guna memperluas cadangan lahan," ujar Director of Strategic Consulting of Cushman & Wakefield Arief Rahardjo dalam laporan riset Cushman & Wakefield Desember 2023.
Pada tahun ini setidaknya terdapat penambahan pasokan lahan industri sebesar 315 hektar, termasuk tambahan pasokan sebesar 145 hektar di Jatiluhur Industrial Smart City di Kabupaten Purwakarta, dan Krakatau Industrial Estate Tahap 2 seluas 100 hektar di Cilegon. Sementara, sebanyak 70 hektar lainnya merupakan ekspansi dari 2 kawasan Industri di area Bekasi.
Untuk tahun 2024 diperkirakan sekitar 250 hektar pasokan lahan akan memasuki pasar yang tersebar mulai dari Bekasi, Karawang, dan sekitarnya.
Permintaan untuk industri berbasis teknologi tinggi, khususnya data center juga tidak akan sekuat tahun lalu. Permintaan untuk industri otomotif khususnya yang terkait dengan kendaraan listrk masih cukup tinggi.
Selain itu, sektor-sektor seperti manufaktur, logistik, dan kimia diharapkan masih tetap menarik. Penjualan lahan industri dalam 5 tahun terakhir tetap stabil dengan hanya sedikit perbedaan setiap tahun.
"Tren penjualan di tahun 2024 diperkirakan akan tetap sama," imbuh Arief.
Dari segi harga, rata-rata harga lahan industri pada saat ini berada di angka Rp2.695.000 per m2, naik sekitar 3,1 persen dari tahun lalu. Peningkatan harga tanah industri diperkirakan akan tetap terjadi di tahun 2024, namun hanya terbatas pada lokasi yang diminati.
Kemudian, pada tahun 2023 tingkat kekosongan gudang sewa di Jabodetabek sedikit meningkat karena adanya pasokan baru dan menciptakan persaingan pasar yang tinggi. Di tahun depan, tingkat kekosongan gudang diperkirakan tidak akan mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya karena tingginya persaingan dan pasokan baru.
"Permintaan diperkirakan masih berasal dari logistik pihak ketiga, FMCG, dan otomotif. Harga sewa diperkirakan akan tetap kompetitif dan bertahan di level saat ini sebesar Rp 78.000 per m2/bulan. Pada tahun 2024, pasokan gudang baru diperkirakan akan bertambah sebesar 280.000 m2," jelasnya.