Kereta Cepat Jakarta Bandung Resmi Dibuka untuk Umum 

Kereta Cepat Jakarta Bandung Resmi Dibuka untuk Umum 
Kereta Cepat "Whoosh" Jakarta Bandung (Dok. KCIC)

Jakarta, Properti Indonesia - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada Senin (2/10). Kereta Cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat umum.  

Selain peresmian operasional kereta cepat, Presiden Joko Widodo juga meresmikan logo dan nama kereta cepat "Whoosh" yang merupakan hasil dari sayembara identitas jenama Kereta Cepat. Logo dan desain dari pemenang sayembara akan menjadi logo resmi kereta cepat dan dipasang di badan kereta cepat. 

"Kereta cepat ini kita namakan Whoosh. Ini merupakan inspirasi dari suara yang melesat dari kereta berkecepatan tinggi dan Whoosh merupakan singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya, Senin (2/10). 

KCJB menandai modernisasi transportasi massal yang efisien, ramah lingkungan dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya termasuk terintegrasi dengan TOD (Transit Oriented Development). 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa KCJB memiliki manfaat termasuk pada masyarakat di sekitar jalur kereta cepat. 

“Melalui Proyek Kereta Cepat Whoosh relasi Jakarta Bandung ini kita mendapatkan berbagai manfaat bagi bangsa kita. Mulai dari terciptanya lapangan pekerjaan baru, utamanya bagi masyarakat lokal, menghadirkan multiplier effect terhadap moda transportasi lainnya atau kendaraan feeder, menciptakan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasi oleh jalur kereta cepat, serta terjadinya transfer teknologi yang mutakhir terutama di Bidang Konstruksi dan Modernisasi Sistem Perkeretaapian," jelas Luhut. 

Adapun pembangunan kereta cepat ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2016. Kemudian uji coba sarana dan prasarana yang telah dilakukan sebelumnya telah berjalan dengan lancar. Kereta cepat akan beroperasi dengan kecepatan 350 km per jam dan dapat menempuh jalur sepanjang 142,3 km antara Jakarta - Bandung sekitar 45 menit.

Kementerian Perhubunga juga telah menerbitkan izin operasi sarana perkeretaapian umum untuk KCJB yang tercantum pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 114 Tahun 2023 tentang Izin Operasi Sarana Perkeretaapian Umum PT Kereta Api Cepat Indonesia-China. Dukungan lain yang diberikan yakni terkait operasional kereta cepat adalah penyiapan angkutan lanjut, atau feeder.

Angkutan feeder tersebut disiapkan bersama para stakeholder terkait sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses kereta cepat dari atau menuju pusat-pusat kegiatan dan ekonomi. 

Seperti Stasiun Halim yang dapat diakses melalui jalan DI Panjaitan. Kemudian rute baru Transjakarta menuju Sasiun Halim dengan relasi Cawang - Jalan Mayjen Sutoyo - Jalan DI Panjaitan - Stasiun Halim dengan jam operasional mulai pukul 06.00 - 16.00 WIB. Selain itu, terdapat jembatan penghubung dari Stasiun Kereta Cepat Halim ke Stasiun LRT Halim sebagai bagian dari integrasi antar moda. 

Sementara di Stasiun Padalarang telah terintegrasi dengan KA Feeder yang terhubung dengan Stasiun Bandung. Adapun untuk Stasiun Tegalluar terdapat Bus Damri dan shuttle bus Summarecon yang dapat dimanfaatkan sebagai moda lanjutan dari dan menuju Stasiun Tegalluar, Bandung. Serta akses menuju Stasiun Tegalluar dapat melalui Jembatan Cibiru. 

KCIC juga bekerja sama dengan Jasa Marga dengan membuka pintu tol di KM 149 untuk akses menuju Stasiun Kereta Cepat dan program pembukaan pintu tol di KM 151 yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. 

Tags
#Berita Properti #properti