JLL: Ibu Kota Negara Pindah, Pasar Properti Jabodetabek Masih Prospektif

JLL: Ibu Kota Negara Pindah, Pasar Properti Jabodetabek Masih Prospektif
Foto perkantoran di Jakarta (Foto: Mita DS (Properti Indonesia))

Jakarta, Properti Indonesia – Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyampaikan bahwa pasar properti di kawasan Jabodetabek dinilai tetap prospektif, meskipun pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.  

Head of Research JLL Yunus Karim mengatakan kawasan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) masih akan diminati pasar, karena Jakarta masih menjadi pusat komersial.

“Wilayah Jakarta dan sekitarnya masih menjadi pusat ekonomi, yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Yunus Karim dalam keterangannya, Rabu (26/1).

Rencana pemindahan IKN sendiri merupakan proyek jangka panjang. Pembangunannya baru akan dimulai pada tahun 2024 dan dilaksanakan secara bertahap. Sementara wilayah Jabodetabek sudah menjadi pusat komersial, sehingga tetap menjadi pasar utama properti meskipun tidak berdekatan dengan ibu kota negara lagi.

Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto juga menjelaskan apabila pusat bisnis masih berada di Kota Jakarta, maka kota-kota satelit di sekitar Jakarta akan tetap membutuhkan area hunian bagi pekerja yang memliki aktivitas di Jakarta. Sehingga kawasan Jabodetabek masih tetap bertahan.

Sementara prospek properti di kawasan IKN dan sekitarnya, tentu sudah ada captive market mulai dari perkantoran pemerintahan. Kemudian kebutuhan untuk keluarga, serta fasilitas pelengkap seperti komersial dan hunian.

“Ini tergantung bagaimana cepatnya, atau proses pemindahan IKN itu terjadi. Sehingga kalau memang captive market tersebut dari sisi komersial atau perkantoran sudah ada, mungkin juga akan ada turunan-turunan dari sektor tersebut,” jelas Vivin.

Melihat dari negara-negara lain yang telah melakukan pemindahan ibu kota, seperti di Amerika Serikat dengan Washington DC sebagai pusat pemerintahan dan New York sebagai pusat bisnis. Kemudian negara tetangga, Malaysia, memiliki pusat pemerintahan di Putra Jaya dan pusat bisnis di Kuala Lumpur.

“Kita harus belajar dari dua kota tersebut, masih bisa berjalan dan tetap hidup dua-duanya. Kita lihat di Jakarta ketika nanti sudah pindah ke ibu kota baru,” imbuh Vivin.

Menurutnya, ketika ibu kota negara sudah berpindah di Kalimantan Timur, akan ada revitalisasi area di Jakarta yang sebelumnya digunakan sebagai area pemerintahan menjadi area komersial.  

Tags
#hunian #Berita Properti #real estate #properti #Jakarta #ibukota baru #kawasan #JLL #IKN